Peran Bahasa Indonesia Dalam Mengembangkan Pencak Silat Dalam Kancah Internasional
Abstract
Pencak silat, sebagai warisan budaya Indonesia, memiliki potensi besar untuk berkembang di kancah internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran bahasa Indonesia dalam promosi dan pengembangan pencak silat, khususnya di kalangan generasi muda. Menggunakan desain deskriptif kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dan analisis dokumen dari praktisi, pelatih, dan generasi muda yang terlibat dalam pencak silat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden lebih tertarik pada konten promosi berbahasa Indonesia, yang menegaskan pentingnya bahasa dalam membangun identitas budaya pencak silat. Namun, tantangan dalam promosi internasional, seperti kurangnya materi berbahasa Indonesia yang efektif, tetap menjadi kendala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi strategis untuk meningkatkan minat dan partisipasi generasi muda dalam pencak silat. Rekomendasi yang diusulkan mencakup pengembangan materi promosi yang relevan, kolaborasi antar lembaga, serta pelatihan komunikasi untuk praktisi pencak silat. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman tentang integrasi bahasa dalam promosi olahraga tradisional dan membuka ruang untuk studi lebih lanjut di bidang ini.
Downloads
Copyright (c) 2026 Rakha Hanif Mabkhut Alwarif, Hanifa Radiatunnisa Putri Herdiana, Mochamad Prima Maulana, Aldi Muhammad Rizky Prianto, Handika Pratama, Roro Pujowati, Mochamad Whilky Rizkyanfi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


