Peran Bahasa Indonesia Dalam Mendorong Kesadaran Mental Health Melalui Olahraga Ringan di Media Sosial
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa Indonesia dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu mental health melalui konten olahraga ringan di media sosial. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki kekuatan komunikatif yang dapat memengaruhi cara berpikir dan bertindak masyarakat, terutama dalam konteks promosi kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis konten unggahan pada beberapa platform media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook dan YouTube yang membahas keterkaitan antara olahraga ringan dan kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang sederhana, inklusif, dan empatik mampu meningkatkan pemahaman serta keterlibatan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental melalui aktivitas fisik ringan. Selain itu, gaya bahasa yang persuasif dan positif terbukti efektif dalam membentuk citra bahwa olahraga bukan hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga sebagai sarana pemulihan mental. Kesimpulannya, bahasa Indonesia berperan penting sebagai alat komunikasi publik yang strategis dalam meningkatkan kesadaran mental health di era digital melalui olahraga ringan .
Downloads
Copyright (c) 2026 Indra Saputra, Moh. Zabyar Firdaus, Muhammad Habib Maulana, Bagja Putra Demaris, Kafka Hanuyya Aulia, Muhammad Zaki Khoiri, Mochamad Whilky Rizkyanfi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


