Korelasi Indeks Massa Tubuh dengan Kecepatan Lari Atlet Sepak Bola Remaja
Abstract
Kecepatan Lari merupakan salah satu komponen penting dalam permainan sepak bola, terutama remaja yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan fisik. Status gizi dapat dinilai melalui Indeks Massa Tubuh (IMT). Termasuk atlet remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan sangat berpengaruh terhadap performa fisik atlet, terutama Kecepatan Lari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antar Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kecepatan Lari pada pemain klub remaja sepak bola usia 12-16 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 pemain remaja sepak bola usia 12-16 tahun yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. IMT diperoleh melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan, sedangkan Kecepatan Lari diukur menggunakan tes Kecepatan Lari 30 meter. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan Kecepatan Lari. Dari hasil analisis data, menunjukkan terdapat hubungan yang lemah antara indeks massa tubuh dan Kecepatan Lari pada remaja sepak bola usia 12-16 tahun, dengan nilai korelasi sebesar 0,311 dengan signifikansi 0,050. Adanya hubungan yang lemah antara Indeks Massa Tubuh dan Kecepatan Lari pada pemain remaja sepak bola usia 12-16 tahun. Pemantauan IMT wajib dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga performa pada pemain remaja tetap optimal.
Downloads
References
Akbar (2024). Efektivitas Ladder Drill Exercise Dan Core Stability Exercise Terhadap Peningkatan Kecepatan Siswa SSB Karlos Malang. Jurnal Ilmu Olahraga, 5(1), 105–113. Http://Jurnal.Icjambi.Id/Index.Php/Sprinter/Index
Almatsier, S. (2011). Gizi seimbang dalam daur kehidupan. Gramedia Pustaka Utama.
Amir (2021). Hubungan Massa Tubuh Dengan Tingkat Fleksibilitas Otot Hamstring Pada Pemain Sepak Bola Forum Ilmiah. Forum Ilmiah, 18(2), 247.
Amir, T., Mustaqim, B., & Maratis, J. (2020). Hubungan Daya Ledak Otot Tungkai Dengan Kecepatan Lari Pada Pemain Sepak Bola. In Indonesian Journal Of Physiotherapy Research And Education Ijopre (Vol. 1, Issue 1).
Andrašić, S., Gušić, M., Stanković, M., Mačak, D., Bradić, A., Sporiš, G., & Trajković, N. (2021). Speed, Change Of Direction Speed And Reactive Agility In Adolescent Soccer Players: Age Related Differences. International Journal Of Environmental Research And Public Health, 18(11). Https://Doi.Org/10.3390/Ijerph18115883
Bimantara, G., & Hardiansyah, A. (2023). Hubungan Status Gizi, Persen Lemak Tubuh, Dan Kadar Hemoglobin Terhadap Kualitas VO2 Maks Siswa Sekolah Sepak Bola Sport Supaya Sehat Semarang. In Jurnal Gizi (Vol. 12, Issue 1).
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2018). Periodization: Theory and methodology of training (6th ed.). Human Kinetics.
Castillo-Rodríguez, A., Juesas, Á., Hernández-Mendo, A., & Blanco-Villaseñor, A. (2012). Relationship between body composition and performance in contemporary soccer. Journal of Sports Medicine and Physical Fitness, 52(4), 341–349.
Galvan, F. L. M., Boullosa, D., Jiménez-Reyes, P., Cuadrado-Peñafiel, V., & Casado, A. (2021). Examination Of The Sprinting And Jumping Force-Velocity Profiles In Young Soccer Players At Different Maturational Stages. International Journal Of Environmental Research And Public Health, 18(9). Https://Doi.Org/10.3390/Ijerph18094646
Gil, S. M., Gil, J., Ruiz, F., Irazusta, A., & Irazusta, J. (2007). Anthropometric characteristics and physical fitness in young soccer players of different ages and playing positions. Journal of Strength and Conditioning Research, 21(4), 1238–1244.
Guritno, & Abdul Aziz Hakim. (2024). Hubungan Indeks Massa Tubuh Terhadap Kelincahan Pemain Futsal Academy Al-Hadid Surabaya Usia 20 Tahun. Nian Tana Sikka : Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(4), 93–102. Https://Doi.Org/10.59603/Niantanasikka.V2i4.440
Houtkooper, L. B., Abbot, J. M., & Nimmo, M. (2007). Nutrition for geneticists: Nutrition and the athlete's body composition. Journal of Sports Sciences, 25(S1), 37–47.
Irianto, D. P. (2007). Panduan gizi lengkap keluarga dan olahragawan. Andi Offset.
Malina, R. M., Bouchard, C., & Bar-Or, O. (2004). Growth, maturation, and physical activity. Human Kinetics.
Martins, P. C., Teixeira, A. S., Antonacci Guglielmo, L. G., Francisco, J. S., Silva, D. A. S., Nakamura, F. Y., & De Lima, L. R. A. (2021). Phase Angle Is Related To 10 M And 30 M Sprint Time And Repeated-Sprint Ability In Young Male Soccer Players. International Journal Of Environmental Research And Public Health, 18(9). Https://Doi.Org/10.3390/Ijerph18094405
Meylan, C., Cronin, J., Oliver, J., & Hughes, M. (2010). Talent identification in Southeast Asian soccer: Anthropometric and physical performance characteristics of adolescent players. International Journal of Sports Science & Coaching, 5(4), 573–592.
Munir, R., Sukma, N., & Kunci, K. (2021). Hubungan Status Gizi Dengan Agility Pada Pemain Futsal Usia 12-16 Tahun Di Klub Futsal Sahabat Junior Pangkalan Lesung. Collaborative Medical Journal (CMJ, 4(1), 31. Https://Doi.Org/10.36341/Cmj.V4i1
Nikolaidis, P. T. (2014). Body mass index and physical fitness in adolescent soccer players. Central European Journal of Sport Sciences and Medicine, 7(3), 17–25.
Permatasari, P. I., Masrikhiyah, R., Ratnasari, D., Studi, P., Gizi, S., & Kesehatan, I. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Gizi, IMT, Dan Frekuensi Minuman Isotonik Pada Siswa SSB Dewatara. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 14679–14688.s
Pratama, A. K., & Anam, K. (2023). Variasi Indeks Massa Tubuh Pemain PS POP Bhayangkara Muda Semarang 2022 Berdasarkan Posisi Bermain. Sepakbola, 3(1), 8. Https://Doi.Org/10.33292/Sepakbola.V3i1.201
Reilly, T., Bangsbo, J., & Franks, A. (2000). Anthropometric and physiological predispositions for elite soccer. Journal of Sports Sciences, 18(9), 669–683.
Setiawan, A. (2011). Gizi olahraga untuk prestasi. UNY Press.
Suryana, Amrina Ika Hasdikurniati, Ayu Alawiya Harmayanti, & Kasinyo Harto. (2022). Perkembangan Remaja Awal Menengah Dan Implikasinya. Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME), 8, 1917–1928. Https://Doi.Org/10.58258/Jime.V9i1.3494
Syafrizar & Wilda, C. (2009). Gizi olahraga. Graha Ilmu.
Syarif, S. A., Imanudin, I., Zaky, M., Fadli, M., Studi, P., Keolahragaan, I., Olahraga, P., & Kesehatan, D. (2025). Pengaruh Small Sided Games Terhadap Postur Tubuh Dan Indeks Massa Tubuh Atlet Sepak Bola. Jambura Journal Of Sports Coaching, 7(1).
Wong, P. L., Chamari, K., Dellal, A., & Wisløff, U. (2009). Relationship between anthropometric and physiological characteristics in youth soccer players. Journal of Strength and Conditioning Research, 23(4), 1204–1210.
World Health Organization. (2007). Growth reference data for 5-19 years: BMI-for-age, height-for-age and weight-for-age. WHO Press.
Zahra, S., & Muhlisin, M.-. (2020). Nutrisi Bagi Atlet Remaja. Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan, 5(1), 81–89. https://Doi.Org/10.17509/Jtikor.V5i1.25097
Ziv, G., & Lidor, R. (2011). Physical characteristics, physiological attributes, and on-field performances in soccer players: A review. International Journal of Sports Physiology and Performance, 6(3), 309–324.
Copyright (c) 2025 Ni Putu Rinda Etyafrida Kurniawan, I Made Yoga Parwata, Ni Putu Dwi Larashati, Agung Wahyu Permadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
