Peran Ekstrakurikuler Karate dalam Mengembangkan Resiliensi Mental Atlet Muda di SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ekstrakurikuler karate dalam mengembangkan resiliensi mental atlet muda di SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 23 atlet karate yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Resilience Scale for Adolescents (READ) dan dianalisis dengan uji statistik deskriptif, uji-t, ANOVA, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47.9% responden telah berlatih lebih dari 1 tahun dengan intensitas 3-4 kali/minggu (39.1%). Skor resiliensi total atlet berada pada kategori sedang-tinggi (93.5±9.8), dengan nilai tertinggi pada aspek struktur personal (21.3±4.1). Analisis statistik mengungkap perbedaan signifikan dalam resiliensi berdasarkan lama latihan (p=0.01) dan korelasi positif antara intensitas latihan dengan tingkat resiliensi (r=0.52; p=0.01). Temuan ini menunjukkan bahwa karate berkontribusi positif terhadap pengembangan resiliensi mental, khususnya dalam membangun disiplin diri dan kemampuan adaptasi. Penelitian ini merekomendasikan pengoptimalan program ekstrakurikuler karate sebagai sarana pengembangan karakter siswa di sekolah kejuruan. Keterbatasan penelitian terletak pada jumlah sampel yang relatif kecil dan desain penelitian yang tidak menguji hubungan kausal. Penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal dan sampel lebih besar diperlukan untuk memperkuat temuan ini.
Downloads
Copyright (c) 2025 Andi Sahrul Jahrir, Muhammad Ivan Miftahul Aziz

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





