Pengaruh Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Membentuk Semangat Kebangsaan di Dunia Olahraga
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi peran signifikan bahasa indonesia dalam komunikasi anatara pelatih dan atlet, serta dampaknya terhadap peningkatan semangat kebangsaan dan solidaritas tim. Temuan menunjukan bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam memberikan intruksi memperkuat rasa keterhubungan atlet terhadap tujuan tim, mengurangi tingkat stress, serta membangun motivasi dan performa yang lebih baik. Dalam konteks ini, Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tapi juga sebsgai alat pembentuk identitas dan penguat menta bagi atlet. Sebanyak 85% responden melaporkan efek positif penggunaan bahasa indonesia dalam memperkuat semangat kebangsaan, sementara 75% merasa lebih termotivasi berlatih ketika intruksi diberikan dalam bahasa nasional. Penelitian ini memberikan perspektif batu dengan menyoroti bahasa indonesia sebagai alat yang membentuk solidaritas dan identitas nasional dalam dunia olahraga. Intregasi antara komunikasi efektif dan penggunaan bahasa nasional terbukti dapat menciptakan suasana yang mendukung, memperkuat ikatan soasial dalam tim, serta memperkaya pemahaman tentang peran bahasa dalam mengoptimalkan performa atlet diberbagai tingkat kompetisi. Penelitian ini menegaskan bahwa bahasa nasional memiliki peran yang lebihi luas, yaitu sebagai elemen kunci dalam pembentukan semangat kebangsaan dan kekompokan tim.
Downloads
Copyright (c) 2025 Ridha Putri Ardelia, Yuda Maulana Yusuf, Muhammad Daniel N.S R, Luthfiah Salsabilla Anissa, Leonardo Hutasoit, Mochamad Whilky Rizkyanfi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


