Belajar Dari Anak Tuna Grahita Menggali Potensi Dibalik Keterbatasan

  • Dillon Amurisi Dawolo Universitas Negeri Medan
  • Eprain Sormin Universitas Negeri Medan
  • Arkhan Fahlevi Universitas Negeri Medan
  • Dion Michael Nainggolan Universitas Negeri Medan
  • Yan Indra Siregar Universitas Negeri Medan
  • Badin Sipahutar Universitas Negeri Medan
Keywords: Tuna Grahita, Pendidikan Inklusif, Potensi

Abstract

Tuna grahita merupakan kondisi hambatan intelektual yang ditandai dengan keterbatasan dalam berpikir, belajar, dan beradaptasi dengan lingkungan sosial. Anak dengan tuna grahita menghadapi tantangan berupa kesulitan akademik, stigma sosial, dan keterbatasan kemandirian, tetapi mereka juga memiliki potensi dalam keterampilan praktis, seni, dan kemampuan sosial sederhana. Penelitian ini bertujuan menggali potensi anak tuna grahita melalui pendekatan kualitatif deskriptif di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan rumah. Hasil menunjukkan bahwa meski menghadapi hambatan, anak tuna grahita masih bisa mengembangkan potensi melalui dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Artikel ini menekankan pentingnya pergeseran paradigma masyarakat dari melihat keterbatasan menjadi memberdayakan anak tuna grahita

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-05-07
How to Cite
Dawolo, D. A., Eprain Sormin, Arkhan Fahlevi, Dion Michael Nainggolan, Yan Indra Siregar, & Badin Sipahutar. (2026). Belajar Dari Anak Tuna Grahita Menggali Potensi Dibalik Keterbatasan. Jurnal Dunia Pendidikan, 6(5), 2427-2433. https://doi.org/10.55081/jurdip.v6i5.4854