Tuna Daksa Bukan Hambatan Dari Keterbatasan Menjadi Kekuatan

  • Ruth Ari Pasaribu Universitas Negeri Medan
  • Endiko Sadewa Ginting Universitas Negeri Medan
  • Hary Eycal Ginting Universitas Negeri Medan
  • Immanuel Hutagalung Universitas Negeri Medan
  • Yan Indra Siregar , Universitas Negeri Medan
Keywords: Tuna Daksa, Pendidikan Inklusif

Abstract

Tuna daksa merupakan salah satu bentuk hambatan fisik yang ditandai dengan kelainan, kerusakan, atau gangguan pada sistem gerak tubuh. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan mobilitas, namun bukan berarti menjadi penghalang mutlak bagi perkembangan individu. Artikel ini membahas bagaimana keterbatasan fisik dapat diubah menjadi kekuatan melalui faktor internal (motivasi, penerimaan diri, ketangguhan) dan faktor eksternal (dukungan keluarga, pendidikan inklusif, serta kebijakan pemerintah). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada anak tuna daksa di lingkungan pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang memadai mampu meningkatkan prestasi akademik, sosial, dan keterampilan penyandang tuna daksa. Dengan demikian, keterbatasan fisik bukanlah penghalang, melainkan pemicu lahirnya kekuatan baru

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-05-07
How to Cite
Pasaribu, R. A., Endiko Sadewa Ginting, Hary Eycal Ginting, Immanuel Hutagalung, & Yan Indra Siregar. (2026). Tuna Daksa Bukan Hambatan Dari Keterbatasan Menjadi Kekuatan. Jurnal Dunia Pendidikan, 6(5), 2423-2426. Retrieved from https://jurnal.stokbinaguna.ac.id/index.php/JURDIP/article/view/4852