Fenomena Anak Indigo: Antara Kepercayaan , Kajian Psikologi, Dan Dampak Sosial
Abstract
Fenomena anak indigo merupakan topik yang menarik banyak perhatian publik sejak akhir abad ke-20.anak indigo di yakini memiliki kepekaan emosional, intuisi, sampai kemampuan spiritual yang lebih tinggi dari anak pada umumnya. Konsep ini pertama kali di kenalkan oleh Nancy Ann Tappe pada tahun 1970-an melalui teori aura, yang kemudian dipopulerkan oleh Carroll dan Tober (1999) melalui karya The Indigo Children. Meskipun masyarakat sering mengaitkan indigo adalah kemampuan istimewa, kajian ilmiah menunjukkan bahwa karakteristik indigo dapat dijelaskan melalui psikologi modern, antara lain sensitivitas tinggi (highly sensitive person), anak berbakat (gifted children), serta pengaruh sugesti sosial. Artikel ini bertujuan untuk memberikan tinjauan mendalam mengenai asal-usul istilah indigo, karakteristik yang dilekatkan pada anak indigo, pandangan ilmiah berdasarkan kajian psikologi, dan dampak sosial yang ditimbulkan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa fenomena indigo bukanlah ednitas supranatural yang terbukti secara empiris, melainkan konstruksi sosial yang terbentuk dari interaksi budaya, psikologi, sosial dan kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, pendekatan yang kritis dan objektif perlu digunakan agar fenomena indigo tidak menimbulkan stigma maupun ekspektasi berlebihan terhadap anak.
Downloads
Copyright (c) 2026 Dewi Evalina Siregar, Imel Sihombing, Maulana AL Kahfi, Yan Indra Siregar, Badin sipahutar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





