Pengenalan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus Tunalaras (Emosional dan Perilaku) dalam Konteks Pendidikan Inklusif
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengenal karakteristik anak berkebutuhan khusus tunalaras (gangguan emosional dan perilaku) dalam konteks pendidikan inklusif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunalaras menghadapi hambatan utama dalam regulasi emosi, kontrol perilaku, serta interaksi sosial yang memengaruhi proses belajar. Mereka sering menunjukkan perilaku impulsif, agresif, pasif, atau mudah marah, sehingga membutuhkan strategi pembelajaran adaptif. Pendekatan individual, penggunaan media visual, penguatan positif, serta pembelajaran berbasis aktivitas terbukti lebih efektif membantu anak berpartisipasi dalam kelas inklusif. Selain itu, dukungan lingkungan sekolah yang kondusif dan penerimaan sosial sangat penting bagi perkembangan mereka. Pengenalan karakteristik anak tunarasa sejak dini membantu guru merancang strategi pembelajaran yang inklusif dan responsif. Dengan demikian, pendidikan inklusif tidak hanya menjamin akses setara, tetapi juga mendukung perkembangan akademik dan sosial-emosional anak tunalaras
Downloads
Copyright (c) 2026 Gabriel Pasaribu, Agustina Nababan, Joice Tabita Ginting, Yoseph Hardy Napitupulu, Yan Indra Siregar, Ahmad Syabaruddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





