Peran Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak Berkebutuhan Khusus Di Sd Alam Surya Mentari

Authors

Penguatan kapasitas gerak pada ABK diperoleh melalui penerapan PJOK yang tersusun atas aktivitas fisik terstruktur sesuai karakteristik serta kebutuhan personal peserta didik. Penentu keberhasilan pembelajaran adaptif di sekolah inklusif ditunjukkan oleh sinergi peran guru PJOK, guru pendamping khusus, dan wali kelas yang saling terintegrasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kontribusi guru dalam meningkatkan kemampuan motorik anak berkebutuhan khusus di SD Alam Surya Mentari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perencanaan serta implementasi pembelajaran yang berfokus pada penguatan motorik kasar dan motorik halus dilaksanakan secara aktif oleh guru PJOK. Peran guru pendamping khusus meliputi pemberian arahan, motivasi, serta asistensi selama proses pembelajaran berlangsung, sementara wali kelas menjalankan fungsi pengawasan, koordinasi, serta komunikasi terkait perkembangan peserta didik. Kolaborasi ketiga unsur tersebut berkontribusi terhadap peningkatan koordinasi gerak, keseimbangan, keberanian, kepercayaan diri, serta keterlibatan aktif ABK dalam pembelajaran PJOK. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan keterampilan motorik ABK di sekolah inklusif dipengaruhi oleh kerja sama optimal antara guru PJOK, guru pendamping khusus, dan wali kelas.