Tinjauan Literatur Sistematis: Agresivitas Pada Atlet Bela Diri Dan Olahraga Kontak

Agresivitas Atlet, Olahraga Bela Diri, Psikologi Olahraga, Performa Kompetitif, Systematic Literature Review.

Authors

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika agresivitas pada atlet bela diri dan olahraga kontak, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi agresivitas, serta mengkaji hubungan agresivitas dengan performa kompetitif atlet. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Proses pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, Scopus, SINTA/Garuda, PsycINFO, dan PubMed pada rentang tahun 2016–2026. Sebanyak 2712 artikel diperoleh pada tahap identifikasi awal, kemudian melalui proses penyaringan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 15 artikel utama yang digunakan dalam sintesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat agresivitas atlet bela diri cenderung berada pada kategori sedang hingga tinggi, terutama pada cabang olahraga dengan intensitas kontak fisik tinggi seperti Muaythai, Pencak Silat, Karate, dan Tinju. Faktor utama yang memengaruhi agresivitas meliputi regulasi emosi, kontrol diri, kedisiplinan, kecemasan, pengalaman latihan, dan karakteristik cabang olahraga. Agresivitas yang terkontrol dapat berperan sebagai energi kompetitif yang meningkatkan fokus, keberanian, dan daya juang atlet. Sebaliknya, agresivitas yang berlebihan dapat menurunkan kontrol emosi, mengganggu konsentrasi, serta meningkatkan risiko cedera dan pelanggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agresivitas pada atlet bela diri tidak selalu bersifat negatif, melainkan perlu dikelola secara tepat melalui pendekatan psikologis agar dapat memberikan dampak positif terhadap performa atlet.