Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani Pada Peserta Didik Ekstrakurikuler Bola Voli Di SMA Negeri 1 Belawang
Abstract
Olahraga bola voli membutuhkan tingkat kebugaran jasmani yang tinggi. Ekstrakurikuler bola voli di sekolah menjadi wadah bagi siswa untuk meningkatkan kebugaran jasmani mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status gizi dan tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 1 Belawang. Masalah dalam penelitian ini belum diketahui tingkat kebugaran jasmani peserta didik ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 1 Belawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 peserta didik, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel, maka jumlah sampel dalam penelitian ini ialah 20 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data melalui Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN) yang dikeluarkan oleh KEMENPORA tahun 2022. Data dianalisis dengan menggunakan persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa status gizi peserta didik ekstrakurikuler bola voli SMA NEGERI 1 Belawang secara umum memiliki gizi baik, terdapat 2 peserta didik gizi lebih dengan persentase (10%),16 peserta didik gizi baik dengan persentase (80%), dan 2 peserta didik gizi kurang dengan persentase (10%). Dan hasil tingkat kebugaran jasmani peserta didik ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 1 Belawang secara umum pada kategori cukup, terdapat kategori baik sekali 1 peserta didik dengan persentase (5%), kategori baik 2 peserta didik dengan persentase (10%), kategori cukup 12 peserta didik dengan persentase (60%), kategori kurang 5 peserta didik dengan persentase (25%).Tingkat kebugaran jasmani peserta didik ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 1 Belawang perlu ditingkatkan melalui latihan fisik yang terstruktur dan program pembinaan yang komprehensif.
Downloads
References
Eva, Y. (2018). Tingkat Kebugaran Jasmani Peserta Ekstrakurikuler Bola Voli Putri Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) 01 Limpung Kabupaten Batang. Journal.Student.Uny.Ac.Id.
Lestari, R. Y. (2016). Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Mengembangkan Watak Kewarganegaraan Peserta Didik. Untirta Civic Education Journal, 1(2), 136–152. https://doi.org/10.30870/ucej.v1i2.1887
Meliana. (2023). Hubungan Kebugaran Jasmani Dan Asupan Gizi Makro Terhadap Hasil Belajar Penjas Siswa. Jurnal Pendidikan Jasmani Khatulistiwa.
Permendikbud, 2014. (2019). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Permendikbud No 63 Tahun 2014, 53(9), 1689–1699. www.journal.uta45jakarta.ac.id
Prakoso, D. P., & Hartoto, S. (2015). Pengukuran Tingkat Kebugaran Jasmani Terhadap Siswa Yang Mengikuti Ekstrakulikuler Bolavoli di SMA DR.Soetomo Surabaya. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan, 5, pp.1-5.
Pratama, D. A., & Winarno, M. E. (2022). Hubungan Status Gizi dan Kebugaran Jasmani Terhadap Hasil Belajar Penjas Siswa SMA: Literature Review. Sport Science and Health, 4(3), 238–249. https://doi.org/10.17977/um062v4i32022p238-249
Putro, B., & Winarno, M. (2022). Analisis Aktivitas Fisik dan Status Gizi Terhadap Kebugaran Jasmani Junior High School: Literature Review. Sport Science and Health, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.17977/um062v4i12022p1-11
Rismayanthi, C. (2012). Hubungan Status Gizi Dan Tingkat Kebugaran Jasmani Terhadap Prestasi Hasil Belajar Mahasiswa. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 42(1), 29–38.
Wardhani, J. P., Rahfiludin, M. Z., & Padigdo, S. F. (2015). Perbedaan aktivitas fisik, kadar hb, dan kesegaran jasmani (studi pada siswi KEK dan tidak KEK di SMAN 1 Grogol Kabupaten Kediri). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 3(3), 205–212.










