Analisis Kontribusi Teknologi Sepatu terhadap Risiko Cedera pada Atlet Lari

  • Rona Agil Pratama Universitas Singaperbangsa Karawang, Jawa barat, Indonesia
  • Dias Patut Pradana Universitas Singaperbangsa Karawang, Jawa barat, Indonesia
  • Abdulah Dimastiar Universitas Singaperbangsa Karawang, Jawa barat, Indonesia
  • Muhammad Arief Setiawan Universitas Singaperbangsa Karawang, Jawa barat, Indonesia
  • Dany Aulia Universitas Singaperbangsa Karawang, Jawa barat, Indonesia
Keywords: Teknologi, Sepatu, Risiko, Cedera, Atlet, Lari

Abstract

Teknologi sepatu lari modern dikembangkan untuk meningkatkan performa atlet dan mengurangi risiko cedera, namun efektivitasnya bervariasi antar individu akibat perbedaan morfologi kaki, teknik berlari, dan adaptasi terhadap struktur sepatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh teknologi sepatu berteknologi tinggi terhadap risiko cedera pada atlet lari. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dilakukan wawancara semi-terstruktur mendalam terhadap 10 atlet lari yang menggunakan sepatu berpelat karbon dan superfoam. Analisis tematik menunjukkan bahwa sepatu teknologi tinggi dapat meningkatkan efisiensi dan performa lari, namun juga berpotensi menimbulkan cedera baru akibat perubahan biomekanika jika tidak disertai adaptasi yang tepat. Selain itu, penyesuaian sepatu secara individual sangat penting untuk meminimalkan risiko cedera. Temuan ini menegaskan perlunya edukasi bagi atlet dan pelatih mengenai pemilihan sepatu berbasis biomekanika serta pentingnya fase adaptasi bertahap. Kolaborasi antara atlet, pelatih, dan analis performa menjadi kunci dalam optimasi penggunaan sepatu. Penelitian lebih lanjut dianjurkan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang penggunaan sepatu teknologi tinggi serta integrasi teknologi wearable untuk pemantauan biomekanika secara real-time. Implikasi praktis penelitian ini adalah pentingnya pendekatan personal dalam pemilihan sepatu untuk mencegah cedera dan meningkatkan performa atlet.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brain Academy. (2025). Metode Penelitian Kualitatif: Pengertian, Jenis, & Contoh.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.

Chambon, N., et al. (2014). Influence of running shoe midsole hardness on running biomechanics and injury risk. Journal of Biomechanics.

Correia, et al. (2024). Prevalensi cedera ekstremitas bawah pada pelari dan faktor risiko. Jurnal Kedokteran Olahraga.

Damsted, C., et al. (2023). Cumulative trauma disorder dan cedera pada pelari. Jurnal Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.

Guinness, J., et al. (2020). Performance benefits of Nike Vaporfly shoes in marathon runners. Journal of Sports Medicine.

Heiderscheit, B. C., et al. (2023). Long-term effects of maximalist running shoes on plantar fat pad thickness and bone mineral density. Journal of Sports Medicine and Physical Fitness.

Hoogkamer, W., et al. (2018). A comparison of the energetic cost of running in marathon racing shoes. Sports Medicine, 48(4), 1009-1019.

Hoogkamer, W., Kipp, S., Frank, J. H., Farina, K., Luo, G., & Kram, R. (2018). A comparison of the energetic cost of running in marathon racing shoes. Sports Medicine, 48(4), 1009-1019.

Hreljac, A. (2004). Impact and overuse injuries in runners. Medicine & Science in Sports & Exercise.

IAIN Parepare. (2022). BAB III Metode Penelitian.

Kakouris, et al. (2021). Insiden dan prevalensi cedera terkait lari: Tinjauan sistematis. Sports Medicine Journal.

Knapik, J. J., et al. (2015). Effects of prescribed running shoes on injury risk in male and female runners. Medicine & Science in Sports & Exercise, 47(7), 1473-1480.

Lexy J. Moleong. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Malisoux, L., Nielsen, R. O., Urhausen, A., & Seil, R. (2016). A step towards understanding the mechanisms of running-related injuries: a systematic review. Sports Medicine, 46(8), 1019-1035.

MarĂ­a, et al. (2021). Teknologi digunakan untuk meningkatkan kontrol gerakan, stabilitas dan memberikan optimalisasi energi saat berlari. Jurnal Ilmiah Kedokteran Olahraga.

McLeod, M., et al. (2020). Biomechanical implications of carbon-plated running shoes on injury risk. Journal of Sports Sciences.

Parayunanda, D. (2023). Teknik Lari Efektif 5000 Meter Untuk Peningkatan Performa Atlet. Journal of Citizen Research and Development, 2(1).

Serupa.id. (2023). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif (Konsep & Contoh).

Sinclair, J., Taylor, P. J., & Edmundson, C. J. (2016). The effect of different running shoes on plantar pressure and comfort in recreational runners. Journal of Sports Sciences, 34(12), 1163-1170.

Sukadi, A. N. Z., Hardini, K. F., & Cahyadinata, I. (2024). Cedera Musculoskeletal pada Peserta Lari Marathon dan Korelasi Terhadap Faktor Usia dan Jenis Kelamin. Jurnal Sintesis, 5(1).

Surur, A. A. Z., Arimbi, H. M., & Anggraeni, A. S. D. (2025). Peningkatan Keterampilan Penanganan Pertama Cedera Sprain Ankle melalui Pelatihan Metode RICE pada Atlet Sepakbola. Jurnal Ilmiah Fisioterapi, 1(1).

UIN Suska Riau. (2023). Metode Penelitian Kualitatif.

UPMI Bali. (2024). Tingkat Pengetahuan Penanganan Cedera Olahraga Metode PRICES pada Mahasiswa Semester V Penjaskesrek FST UPMI Bali. Kejaora Journal, 9(2).

Yao, et al. (2021). Faktor risiko cedera lari dan pencegahannya. Jurnal Kesehatan Olahraga.

Zhang, Y., Pi, Y., Wang, Q., Long, X., Wan, S., Liu, P., & Liu, Y. (2024). Diagnostic Applications of AI in Sports: A Comprehensive Review of Injury Risk Prediction Methods. Journal of Sports Science & Medicine.

Published
2025-09-30
How to Cite
Rona Agil Pratama, Dias Patut Pradana, Abdulah Dimastiar, Muhammad Arief Setiawan, & Dany Aulia. (2025). Analisis Kontribusi Teknologi Sepatu terhadap Risiko Cedera pada Atlet Lari. Jurnal Olahraga Dan Kesehatan Indonesia (JOKI), 6(1), 21-27. https://doi.org/10.55081/joki.v6i1.4046