Analisis Kinematik Tendangan T Pencak Silat Melalui Prosedur Kelelahan: Analisis 2D

Kelelahan Kinematik Sudut Tendangan T Kecepatan

Authors

  • Hawa Delia Pratiwi
    hawadeliap@upi.edu
    Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
  • Agus Rusdiana Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
  • Iman Imanudin Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
  • Badruzaman Badruzaman Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
  • Iwa Ikhwan Hidayat Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
  • Syam Hardwis Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
  • Tono Haryono Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
  • Unun Umaran Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
  • Tian Kurniawan Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia
  • Surdiniaty Ugelta Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, Indonesia, Indonesia

Downloads

Teknik tendangan T Pencak Silat merupakan salah satu teknik serangan yang dijadikan gaya andalan dalam bertarung. oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis perubahan parameter kinematica tendangan T sebelum dan sesudah kelelahan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan bentuk deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu 12 atlet pencak silat di SMAN 1 Katapang, Atlet diberikan treatment test bosco yaitu, drop jump, counter movement jump dan squat jump masing-masing selama 60 detik. Pengambilan data menggunakan kamera go-pro, kemudian untuk analisis video menggunakan software kinovea dan skill spector, lalu analisis data menggunakan spss versi 26.0, uji perbandingan menggunakan paired T-Test. Terdapat 4 paramter yang dianalisis yaitu, knee joint degree, hip Joint degree, knee joint angular velocity, hip Joint angular velocity. Dari pengukuran yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa kelelahan akan mempengaruhi sudut tendangan dan kecepatan tendangan, hal tersebut terlihat dari hasil yang didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada fase kuda kuda besar sudut lutut p-0.022, besar sudut lutut pada fase ancang-ancang p-0.033, kemudian pada fase impact sudut hip abduction dominan p-0.021 dan hip abduction non dominan p-0.020, kecepetan sudut lutut pada posisi ancang – ancang p-0.013 dan kecepatan sudut lutut pada fase impact p-0.039. Sedangkan tidak terdapat perbedaan yang siginifikan pada sudut panggul fase kuda-kuda, ancang-ancang , dan kecepatan sudut panggul pada fase ancang-ancang.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>