Studi Tentang Pola Cedera Yang Sering Terjadi Pada Atlet Tenis Lapangan Dan Upaya Pencegahannya
Abstract
Tenis lapangan merupakan olahraga dengan tuntutan kekuatan, kecepatan, daya tahan, koordinasi, dan konsentrasi tinggi. Gerakan berulang dan perubahan arah secara tiba-tiba membuat atlet rentan mengalami cedera, terutama pada lengan dan ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola cedera yang sering terjadi pada atlet tenis lapangan, faktor penyebabnya, dan upaya pencegahan yang dilakukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 20 atlet Klub Tenis UNIMED yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cedera yang paling banyak dialami adalah tennis elbow (40%), cedera pergelangan tangan (25%), pergelangan kaki (20%), bahu (10%), dan lutut (5%). Cedera lebih banyak terjadi saat latihan (60%) dibanding pertandingan (40%). Faktor dominan penyebab cedera adalah teknik pukulan yang kurang tepat (45%), pemanasan yang tidak optimal (30%), kelelahan otot (15%), serta penggunaan raket yang tidak sesuai (10%). Upaya pencegahan yang dilakukan atlet meliputi pemanasan dan peregangan (85%), pendinginan (70%), latihan penguatan otot (60%), evaluasi teknik (50%), serta istirahat dan perawatan pascalatihan (40%), namun belum diterapkan secara konsisten. Penelitian menyimpulkan bahwa cedera pada atlet tenis lapangan berkaitan erat dengan faktor teknik dan kesiapan fisik. Penguatan otot spesifik, peningkatan kualitas pemanasan, serta pengawasan teknik dapat menjadi strategi pencegahan cedera yang efektif.
Downloads
Copyright (c) 2026 Mufti Abdillah, Jeremia Tarigan, M. Fahri Arridho, Edra Passaribu, Indah Khustul Khotimah, Nurkadri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


