Hubungan Power Tungkai Dan Kelincahan Terhadap Keterampilan Gerak Footwork Atlet Badminton Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Bulutangkis adalah olahraga yang menggunakan raket dan kok sebagai alatnya, bisa dimainkan secara perseorangan (single) atau ganda (double). Olahraga bulutangkis memiliki beberapa teknik dasar yang harus dikuasai yaitu salah satunya gerakan kaki (footwork). Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur hubungan daya ledak otot tungkai dan kelincahan dengan keterampilan footwork pada atlet cabang olahraga bulutangkis. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan desain koefisien korelasi. Instrument dalam penelitian ini menggunakan force platform 3D untuk mengukur power otot tungkai, side step test untuk mengukur kelincahan dan footwork test untuk mengukur keterampilan footwork pada atlet bulutangkis. Hasil dari analisis data menunjukan bahwa daya ledak (power) otot tungkai memiliki nilai signifikansi sebesar 0.005 dan memberikan kontribusi terhadap keterampilan footwork sebesar 42,3%, sedangkan kelincahan memiliki nilai signifikansi 0.001 dan memberikan kontribusi terhadap keterampilan footwork atlet bulutangkis sebesar 52.4%. Kesimpulan dari hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa kelincahan memiliki nilai yang lebih tinggi untuk keterampilan gerak footwork di karenakan mempunyai persentase sebesar 52,4%.
Downloads
Copyright (c) 2025 Muhammad Zulfikar Romdona, Darandhika Jufri, Iman Imanudin, Iik Hajarudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


