Analisis Pengaruh Circuit Training terhadap Power Otot Tungkai dan Kecepatan Footwork pada Atlet Bulu Tangkis SKO
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh circuit training terhadap peningkatan power otot tungkai dan kecepatan footwork atlet bulutangkis. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 20 atlet yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian menggunakan vertical jump test untuk mengukur power otot tungkai dan shuttle run test untuk mengukur kecepatan footwork. Perlakuan diberikan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata power otot tungkai pada kelompok eksperimen dari 45,2 cm menjadi 52,8 cm, sedangkan kelompok kontrol dari 44,8 cm menjadi 46,1 cm. Kecepatan footwork meningkat dengan penurunan waktu dari 12,5 detik menjadi 10,9 detik pada kelompok eksperimen, dan dari 12,4 detik menjadi 12,0 detik pada kelompok kontrol. Analisis uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05). Circuit Training terbukti efektif meningkatkan performa fisik atlet bulutangkis, khususnya power otot tungkai dan kecepatan footwork. Kesimpulannya, metode ini dapat digunakan sebagai alternatif program latihan yang terstruktur.
Downloads
Arnando, M., Syafruddin, S., Okilanda, A., & Putra, R. P. (2024). The influence of agility training on badminton athletes' performance. International Journal of Human Movement and Sports Sciences, 12(2), 356–362.
Bimo, S., & Permana, D. F. W. (2024). The effect of footwork training on agility and VO2max in badminton athletes. Indonesian Journal of Sport Management, 4(1), 168–177.
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2019). Periodization: Theory and methodology of training (6th ed.). Champaign, IL: Human Kinetics.
Lase, W. A., Gulo, W. S., & Fardila, Y. (2025). The effect of circuit training on physical condition of athletes. Journal Physical Health Recreation, 5(4), 112–118.
Pratiwi, R. (2014). Pengaruh latihan plyometric terhadap power otot tungkai. Tesis. Universitas Negeri Jakarta.
Setyaningsih, D., Sari, D., & Nugroho, A. (2016). Pengaruh latihan circuit training terhadap peningkatan kondisi fisik atlet. Jurnal Keolahragaan, 4(2), 45–52.
Shedge, S. S., Ramteke, S. U., & Jaiswal, P. R. (2024). Optimizing agility and athletic performance in badminton athletes through plyometric training. Cureus, 16(1), 1–8.
Sheppard, J. M., & Young, W. B. (2006). Agility literature review: Classifications, training and testing. Journal of Sports Sciences, 24(9), 919–932.
Supriyanto, S., Rahayu, S., & Rumini, R. (2025). Effectiveness of circuit training model in improving agility skills of badminton athletes. International Journal of Human Movement and Sports Sciences, 13(5), 1042–1046.
Widodo, H., Tomoliyus, T., Alim, A., & Ansori, M. K. (2024). Effects of circuit training on reactive agility and endurance. Pedagogy of Physical Culture and Sports, 28(4), 249–255.
Young, W., James, R., & Montgomery, I. (2001). Is muscle power related to running speed with changes of direction? Journal of Sports Medicine and Physical Fitness, 41(3), 282–288.
Copyright (c) 2026 Rahmad Diyanto, Salsabilah Salsabilah, Tomi Efendi, Arfa Adha, Aidil Syaputra, Purwanto Purwanto, Muhammad Qadavi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












