Rebu Dalam Sistem Kekerabatan Sebagai Harmoni Sosial Budaya Karo (Tinjauan Dalam Perspektif Kewarganegaraan Komunitarian)

Rebu, Sistem Kekerabatan, Harmoni Sosial Budaya, Masyarakat Karo, Kewarganegaraan Komunitarian

Authors

Downloads

Tradisi rebu adalah salah satu norma adat yang terdapat dalam komunitas Karo yang mengatur interaksi dalam hubungan kekerabatan tertentu sebagai ungkapan penghormatan dan pengendalian sosial. Sebagai sistem nilai dan norma sosial, rebu melarang hubungan langsung antara individu-individu tertentu setelah terjalinnya kekerabatan akibat pernikahan. Dalam konteks budaya Karo, rebu berfungsi sebagai alat untuk mengatur sosial yang memelihara rasa hormat, etika, dan batasan antar anggota keluarga besar. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, modernisasi, dan transformasi sosial, makna serta penerapan tradisi rebu mengalami perubahan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran rebu dalam sistem kekerabatan untuk membangun harmoni sosial budaya Karo serta menilai relevansinya dengan nilai-nilai kewarganegaraan yang berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah tradisi rebu dalam masyarakat Karo, sedangkan subjek yang diteliti mencakup tokoh adat, perangkat desa, akademisi, dan warga yang menerapkan praktik rebu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rebu masih memiliki peranan yang signifikan dalam mempertahankan hubungan sosial dan mencegah konflik di dalam keluarga, meskipun mulai ada pelonggaran di antara masyarakat. Dalam pandangan kewarganegaraan berbasis komunitas, rebu mencerminkan nilai tanggung jawab sosial, solidaritas, dan penghargaan terhadap adat.