Penguatan Civic Engagement Mahasiswa melalui Gerakan Sumut Mengajar di Pedesaan Sumatera Utara
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang civic engagement mahasiswa sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya mengatasi masalah pendidikan dan mendukung SDGs-4 melalui Gerakan Sumut Mengajar (GSM) di pedesaan Sumatera Utara. GSM berdampak dalam membentuk enam komponen keterlibatan warga: 1) kesadaran diri, 2) pemahaman komunitas dan keberagaman budaya, 3) pengetahuan sipil, 4) keterampilan sipil, 5) nilai demokratis, dan 6) partisipasi dalam aksi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan responden melibatkan pengurus, mahasiswa relawan, dan masyarakat penerima dampak dari GSM di desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, display, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan penguatan civic engagement berlangsung sistematis melalui seleksi, rekrutmen, pembekalan, dan pengabdian 14 hari yang menanamkan nilai kerelawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan kesadaran ketimpangan pendidikan, kemampuan memahami keberagaman budaya, penguatan pengetahuan kontekstual, pengembangan keterampilan komunikasi dan kolaborasi, internalisasi nilai demokratis, serta partisipasi berkelanjutan dalam kerelawanan yang dibuktikan dengan triagulasi dari pengurus. Masyarakat penerima dampak juga merasakan peningkatan motivasi belajar anak dan kesadaran pentingnya pendidikan. Meskipun terdapat tantangan yang dihadapi selama pengabdian di desa, tantangan mampu diatasi sehingga menjadi ruang pembelajaran yang membentuk ketangguhan, fleksibilitas, dan komitmen mahasiswa sebagai warga negara aktif dan bertanggung jawab dalam berkontribusi menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat.
Downloads
Copyright (c) 2026 Delila Maya Sari Siregar, Surya Dharma, Halking, Fazli Rachman, Hapni Laila Siregar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





