Hubungan Kualitas Tidur dengan Kebugaran Jasmani pemain Bulutangkis di Club Semanggi Cugenang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kebugaran jasmani pada pemain bulutangkis di Club Smanggi Cugenang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kualitas tidur dalam proses pemulihan fisik dan performa atlet, namun sejauh mana kualitas tidur memengaruhi kebugaran jasmani masih belum diketahui secara pasti. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan melibatkan 20 orang pemain sebagai partisipan. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur dan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk menilai tingkat kebugaran jasmani. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas, linearitas, serta korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur dan tingkat kebugaran jasmani yang rendah hingga sedang. Namun, hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan kebugaran jasmani (r = 0,171; p = 0,471 > 0,05). Meskipun hubungan antara kedua variabel bersifat linear, durasi tidur tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kebugaran jasmani. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas tidur saja, khususnya durasinya, tidak cukup untuk menjelaskan tingkat kebugaran atlet. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan mempertimbangkan faktor lain seperti intensitas dan kualitas latihan untuk memahami performa fisik atlet secara lebih komprehensif.
Downloads
Copyright (c) 2025 Shalshabila Azzahra DJ, Eneng Fitri Amalia, Mela Aryani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


