Transformasi Pendidikan Karakter Melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025: Studi Komparatif Model Proyek P5 Dan Model Integrasi Penuh Berbasis Deep Learning
Abstract
Studi ini bertujuan menganalisis pergeseran paradigmatik dalam pendidikan karakter di Indonesia, membandingkan model Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka dengan model Integrasi Penuh yang dimandatkan dalam Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi sistematis terhadap kebijakan resmi dan literatur akademik. Hasil penelitian mengungkapkan tiga transformasi utama yaitu 1) Pergeseran konseptual dari karakter sebagai produk proyek episodik menuju proses internalisasi kontinyu dengan ekspansi dari enam dimensi Profil Pelajar Pancasila menjadi Delapan Karakter Lulusan yang responsif terhadap krisis global; 2) Reorganisasi struktural dari alokasi 20-30% waktu terpisah menjadi integrasi penuh dalam 100% pembelajaran intrakurikuler yang mengeliminasi dikotomi artifisial; dan 3) Transformasi pedagogis dari Project-Based Learning temporal menuju paradigma Deep Learning dengan prinsip meaningful, joyful, dan reflective yang menuntut transformasi peran guru menjadi desainer kurikulum integratif, model moral, pembimbing reflektif, dan asesor holistik. Penelitian menyimpulkan bahwa model Integrasi Penuh memiliki keunggulan teoretis dalam memfasilitasi internalisasi karakter melalui praktik berulang dalam konteks beragam, namun implementasi efektifnya bergantung pada kesiapan ekosistem pendidikan meliputi pengembangan profesional guru, kepemimpinan instruksional visioner, sumber daya pedagogis memadai, dan kultur sekolah yang koheren dengan nilai-nilai yang diajarkan.
Downloads
Copyright (c) 2026 Maryatun Kabatiah, Dadang Sundawa, Fitri Silvia Sofyan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





