Pengaruh Penggunaan Video Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Peserta Didik SMP
Abstract
Pendidikan adalah pilar utama dalam perjalanan kita menuju peradaban yang lebih maju. Pembelajaran pada dasarnya adalah proses untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi yang tersedia bagi peserta didik untuk mengubah diri mereka sendiri. Logisnya, sebuah proses sangat membutuhkan kombinasi pola, sistem, dan kondisi atau lingkungan. Agar proses menjadi konsisten dan berkelanjutan, hubungan yang saling berkaitan ini harus dipertahankan secara berkesinambungan. Setiap era membawa inovasi baru dalam metode pembelajaran, dan revolusi digital saat ini mengubah pembelajaran dan pengajaran secara signifikan. Video adalah teknologi yang digunakan dalam penelitian ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan vidio pembelajaran IPS berdampak pada hasil belajar siswa. Untuk mendapatkan data, peneliti melakukan penilaian hasil belajar siswa baik sebelum maupun sesudah penerapan teknologi tersebut di kelas. Proses penilaian ini dilakukan dua kali, pertama sebelum penerapan teknologi, yang dikenal sebagai pretest, dan kedua setelah penerapan teknologi. Sampel analisis pembelajaran ini mencakup semua siswa di kelas X A SMP Negeri 2 Ketapang, sedangkan sampel analisis pembelajaran ini mencakup semua siswa di kelas tersebut. Untuk melakukan analisis penelitian ini, nilai pre-test dan post-test diuji dalam SPSS. Pengujian ini dimulai dengan uji normalitas, yang menunjukkan bahwa pendistribusian data tidak normal. Setelah uji normalitas, uji non-prameterik Wilcoxon dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video dalam pembelajaran IPS berdampak positif pada hasil belajar siswa Kelas X A di SMP Negeri 2 Ketapang. Hasil belajar mereka meningkat secara signifikan. Hasil penelitian ini memperkuat gagasan bahwa penggunaan video sebagai alat pembelajaran efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang mata pelajaran IPS. Dengan peningkatan signifikan dalam nilai post-test dibandingkan dengan nilai pretest, dapat dianggap bahwa video telah membantu proses pembelajaran dan memberikan dampak positif pada pencapaian siswa. Hal ini dapat ditunjukkan pada hasil analisis dengan menggunakan SPSS versi 25 yaitu tidak ada penurunan atau pengurangan dari nilai pretest ke nilai posttest; nilai output range yang bernilai 0 baik pada nilai n-rank maupun sum of rank menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara nilai awal (pretest) dan nilai akhir (post test) dalam kategori ini. Selanjutnya, 30 data n pada rangkaian nilai positif menunjukkan bahwa setiap 30 siswa menunjukkan peningkatan hasil belajar IPS dari nilai pretest ke nilai posttest. Peningkatan ini dapat dianggap sebagai sinyal yang baik untuk pembelajaran. Peningkatannya rata-rata 15,50 menunjukkan kemajuan rata-rata siswa dalam IPS selama periode tersebut. Namun, jumlah ranking positif atau sum of rank sebesar 465,00, menunjukkan bahwa dalam data penelitian ini tidak ada nilai yang sama persis antara pretest dan post test. Sebenarnya, semua siswa mengalami perubahan, meskipun beberapa siswa mungkin mengalami perubahan yang lebih besar daripada yang lain. Kemudian Output uji statistik SPSS menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini dapat diterima. Nilai signifikansi berada di bawah tingkat kepercayaan 0,05 artinya, hasil belajar IPS pada tahap pretest dan post test sangat berbeda setelah penggunaan video dalam pembelajaran diterapkan.
Downloads
Copyright (c) 2025 Nurdiana, Haratua Tiur Maria S, Venny Karolina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





