Penerapan Pola Komunikasi Non-Verbal Dalam Tim Futsal Internona Samarinda
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pola komunikasi non-verbal dalam tim futsal Internona Samarinda serta mengidentifikasi perannya dalam meningkatkan efektivitas permainan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam terhadap pelatih dan delapan pemain, serta dokumentasi kegiatan latihan dan pertandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi non-verbal menjadi elemen penting dalam situasi permainan berintensitas tinggi, terutama ketika komunikasi verbal terhambat oleh kebisingan, tekanan, maupun kecepatan permainan. Bentuk komunikasi non-verbal yang dominan meliputi gestur tangan (menunjuk arah dan kode jari), kontak mata, ekspresi wajah, gerakan tubuh, serta sinyal sederhana seperti tepukan tangan. Kesepakatan kode sebelum pertandingan terbukti membantu pemain mengambil keputusan secara cepat dan akurat, baik dalam situasi menyerang maupun bertahan. Selain meningkatkan koordinasi taktis, komunikasi non-verbal juga berkontribusi terhadap pembentukan chemistry, kepercayaan diri, dan kohesi tim. Dengan demikian, penerapan pola komunikasi non-verbal yang terstruktur dan konsisten dalam latihan memberikan dampak positif terhadap efektivitas kerja sama serta stabilitas ritme permainan tim futsal Internona Samarinda.
Downloads
Copyright (c) 2026 Hildegardis Rekalisti Dehong, Julianur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


