Pengaruh Intensitas Latihan Fisik Terhadap Kinerja Atlet
Abstract
Intensitas latihan fisik merupakan salah satu faktor utama yang menentukan peningkatan performa atlet. Latihan dengan intensitas yang tepat dapat merangsang adaptasi fisiologis, meningkatkan kapasitas aerobik, kekuatan otot, serta daya tahan tubuh. Sebaliknya, latihan dengan intensitas yang tidak sesuai dapat menyebabkan kelelahan berlebih, cedera, atau penurunan performa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai tingkat intensitas latihan fisik terhadap kinerja atlet pada berbagai cabang olahraga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Sampel terdiri dari 30 atlet yang dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan intensitas latihan: rendah, sedang, dan tinggi. Data dikumpulkan melalui pengukuran VO₂max, kekuatan otot, dan kecepatan reaksi, kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan intensitas latihan fisik terhadap peningkatan kinerja atlet (p < 0.05). Kelompok dengan intensitas tinggi mengalami peningkatan terbesar pada kapasitas aerobik dan kekuatan otot, sedangkan kelompok intensitas sedang menunjukkan keseimbangan terbaik antara peningkatan performa dan pemulihan tubuh. Kesimpulannya, intensitas latihan fisik yang optimal merupakan kunci dalam meningkatkan performa atlet secara berkelanjutan. Pelatih disarankan untuk menyesuaikan beban latihan berdasarkan kondisi fisiologis dan tingkat kebugaran individu agar adaptasi tubuh dapat berlangsung secara efektif tanpa menimbulkan kelelahan berlebih.
Downloads
Copyright (c) 2026 Regita Nathasa Br. Kemit, Milwanto Hutapea, Stephen Immanuel Pangaribuan, Muhammad Galih Khadafi, Nada Ibnasai Rahman, Rahma Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


