Korelasi Antara Physical Activity Enjoyment Dan Tingkat Screentime Dengan Keterampilan Motorik Kasar Siswa Sekolah Dasar
Abstract
Penelitian kuantitatif korelasional ini dilakukan di SDN 058 Babakan Ciparay, Kota Bandung, dengan 79 siswa kelas V dan VI berusia 10–11 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner PAE (Physical Activity Enjoyment Scale), kuesioner screentime (Questionnaire for Screen Time of Adolescents), dan tes TGMD-2 (Test Gross Motor Development – Second Edition). Hasil menunjukkan bahwa tingkat PAE siswa cenderung rendah hingga sedang, dengan 41,8% pada kategori rendah. Sebaliknya, 62% siswa memiliki screentime tinggi (>2 jam/hari), terutama bermain video game (82%) dan menonton video (80%). Keterampilan motorik kasar mayoritas (77,2%) berada pada kategori sangat kurang, tanpa ada yang mencapai kategori baik. Analisis korelasi Pearson mengungkapkan hubungan positif signifikan yang kuat antara PAE dan keterampilan motorik kasar (r = 0,607; p = 0,000), serta hubungan negatif signifikan yang sangat kuat antara screentime dan keterampilan motorik kasar (r = -0,851; p = 0,000). Kesimpulannya, peningkatan PAE berkorelasi positif dengan keterampilan motorik kasar, sementara durasi screentime yang tinggi berkorelasi negatif. PAE berfungsi sebagai faktor protektif terhadap dampak negatif screentime.
Downloads
Copyright (c) 2026 Rizky Sukma Ramadhan, Wildan Alfia Nugroho, Wulandari Putri, Gano Sumarno

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


