Persepsi Publik Suporter Persib Terhadap Selebrasi Ice Cold Beckham Putra dan Sanksi Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)
Abstract
Selebrasi “Ice Cold” yang dilakukan Beckham Putra setelah mencetak gol menuai perhatian publik, khususnya suporter Persib Bandung. Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk ekspresi emosional dan simbol kepercayaan diri, namun tetap mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Kondisi ini memicu perbedaan persepsi antara otoritas sepak bola dan komunitas suporter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi publik suporter Persib terhadap selebrasi tersebut dan tanggapannya terhadap sanksi yang diberikan. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif deskriptif dengan menyebarkan angket kepada 280 responden suporter aktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas suporter memiliki persepsi positif terhadap selebrasi “Ice Cold” dan menilai sanksi yang dijatuhkan tidak sesuai konteks. Suporter menganggap selebrasi sebagai ekspresi yang wajar dalam pertandingan dan bukan provokasi.Kesimpulannya, persepsi publik lebih menekankan pada pemahaman simbolik dan emosional dalam olahraga, sehingga perlu ada evaluasi dalam kebijakan disipliner agar lebih adil dan kontekstual.
Downloads
Copyright (c) 2025 Raziv Ramdani Fahrezi, Adi Rahadian, Andi Kurniawan Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


