Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Intruksi Untuk Atlet
Abstract
Penelitian ini menyoroti peran penting penggunaan bahasa Indonesia dalam instruksi pelatih-atlet selama latihan olahraga, berdasarkan survei yang melibatkan sejumlah responden. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden merasakan manfaat signifikan dari penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi pelatih-atlet. Sebanyak 66,7% responden menyatakan bahwa bahasa Indonesia memudahkan komunikasi, sedangkan 72% merasa bahwa bahasa ini memperlancar komunikasi pelatih-atlet. Penggunaan bahasa Indonesia terbukti membantu dalam pemahaman instruksi pelatih (62,5%), meningkatkan kedisiplinan (48%), serta mempercepat respons atlet terhadap instruksi pelatih. Selain itu, bahasa Indonesia juga berperan dalam membangun rasa kebersamaan dalam tim (52%) dan meningkatkan rasa percaya diri atlet (52%). Penelitian ini juga menekankan pentingnya penyesuaian bahasa oleh pelatih sesuai dengan kemampuan berbahasa atlet untuk mencapai komunikasi yang optimal. Bahasa Indonesia terbukti efektif dalam mengurangi hambatan budaya dalam tim yang beragam, sehingga memperkuat kesatuan dan kinerja tim. Berdasarkan temuan ini, beberapa rekomendasi diberikan, termasuk pentingnya penggunaan bahasa yang inklusif dan penyesuaian instruksi oleh pelatih, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunikasi dalam latihan olahraga. Penyesuaian ini diharapkan tidak hanya memperlancar komunikasi, tetapi juga memperkuat kedisiplinan, kepercayaan diri, dan kebersamaan di antara atlet.
Downloads
Copyright (c) 2026 Muhammad Fatah Syafa'atullisan, Fadhil Rendragraha Ratmana, Dannar Julian Indra Dani, Faathir Indra Setiawan, Septian Nugraha, Muhammad Rizka Irvani, Mochamad Whilky Rizkyanfi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


