Penerapan Bahasa Indonesia Sebagai Alat Komunikasi Pembinaan Atlet di Bidang Olahraga Pencak Silat
Abstract
Penelitian ini mengkaji peran bahasa Indonesia dalam mengatasi tantangan komunikasi di antara atlet pencak silat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa daerah. Sebagai negara kepulauan dengan keberagaman suku dan bahasa, Indonesia menghadapi tantangan komunikasi dalam berbagai konteks, terutama dalam pelatihan olahraga. Melalui pendekatan kajian pustaka dengan model tinjauan naratif, penelitian ini mengidentifikasi pentingnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam pelatihan pencak silat untuk menyatukan atlet dari berbagai daerah. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi yang menyatukan beragam budaya, tetapi juga memperkuat solidaritas tim dan mempermudah pemahaman instruksi pelatih dengan lebih jelas. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia juga berperan dalam mempercepat proses pembelajaran dan penguasaan teknik, serta menciptakan lingkungan pelatihan yang kondusif dan mendukung.
Downloads
Copyright (c) 2025 Muhammad Aris, Wulan Safitri Octaviani, Fauzi Nur Faizulhak, Dede Fadli Aliyah, Aditya Ramadani, Gilang Abdillah Fattah, Mochamad Whilky Rizkyanfi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


