Perbandingan Pengaruh Metode Tempo dan Metode Interval Menggunakan Harness Terhadap Peningkatan Kecepatan Berlari Pemain Softball
Abstract
Penelitian ini membahas perbedaan pengaruh metode tempo dan metode interval menggunakan harness terhadap peningkatan kecepatan berlari pemain softball. Tujuannya untuk meningkatkan kecepatan berlari pemain softball. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain penelitian two groups pretest posttest design. Populasi merupakan Club LABS Softball/Baseball Bandung yang berjumlah 34 orang. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 12 orang dengan setiap kelompok masing-masing 6 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan istrumen tes lari 20 meter yang memiiki validitas 0,956 dan reliabilitas 0,924 bertujuan mengukur kecepatan berlari. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Paired Sample T Test yang menunjukan terdapat perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kecepatan berlari. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua metode tersebut menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kecepatan berlari pemain softball, akan tetapi tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kecepatan berlari pemain softball. Metode tempo menggunakan harness pada post test 3.6550 < pre test 4.0617 dengan selisih sebesar 0.40667 sedangkan hasil rata-rata metode interval menggunakan harness pada post test 3.2883 < pre test 3.6950 dengan selisih sebesar 0.40667.
Downloads
Copyright (c) 2024 Raden Mohamad Fajar, Alen Rismayadi, Yudi Nurcahya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


