Perbedaan Tinggi Badan: Apakah Mempengaruhi kinerja Atletik?
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah perbedaan tinggi badan pada anak-anak kelas 1 SD memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja atletik mereka. Tinggi badan pada anak-anak merupakan salah satu faktor fisik yang dapat mempengaruhi kemampuan dalam berbagai aktivitas fisik, termasuk olahraga. Studi ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan uji kinerja lapangan. Kami mengumpulkan data dari sekelompok anak-anak kelas 1 SD yang memiliki tinggi badan yang bervariasi. Mereka mengikuti serangkaian tes kinerja atletik, termasuk tes lari, tes lompat jauh, tes kelincahan, dan tes kekuatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan tinggi badan pada anak-anak kelas 1 SD dapat mempengaruhi kinerja atletik mereka dalam tingkat yang terbatas. Anak-anak yang lebih tinggi mungkin memiliki keunggulan dalam beberapa aspek, seperti melompat lebih tinggi, sementara anak-anak yang lebih pendek mungkin memiliki kecepatan yang lebih baik dalam berlari. Namun perbedaan ini tidak selalu menghasilkan perbedaan kinerja yang signifikan. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam konteks pendidikan jasmani di sekolah dasar. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan tinggi badan pada anak-anak kelas 1 SD dapat mempengaruhi kinerja atletik dalam tingkat tertentu, tetapi tidak selalu menjadi faktor penentu utama. Penting untuk mengembangkan pendekatan yang fokus pada keterampilan fisik yang sesuai dengan tingkat anak-anak di sekolah dasar.
Downloads
Copyright (c) 2024 Razip Asyauqi Tsabitah, Faega Fitriani Dwi Putri, Ghathfan Abdurrazaaq, Vivi Dea Andini, Rino Adriano

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


