Bentuk Komunikasi Guru dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Jasmani pada Siswa Disabilitas Tunarungu di SLB Kota Bandung
Abstract
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh gaya komunikasi yang dimiliki oleh guru terhadap pembelajaran siswa tunarungu di SLB kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik sampling yaitu teknik random sampling. Instrumen data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan mengadaptasi dari jurnal terdahulu. Guru yang mengajar di SLB kota Bandung menggunakan teori akomodasi komunikasi, dimana guru dapat memodifikasi atau merancang suatu cara berkomunikasi dengan siswa penyandang disabilitas tunarungu dengan sebaik mungkin dan juga dapat dipahami oleh semua siswanya tersebut dan juga dapat berkomunikasi secara verbal dan nonverbal. Dimana peneliti melakukan penelitian melalui observasi SLB di kota Bandung yang dimana peneliti mengambil 5 SLB dari 10 SLB yang ada di kota Bandung yang bertujuan untuk memperoleh informasi atau data yang di inginkan. Bentuk komunikasi guru berupa komunikasi verbal, komunikasi nonverbal dan Bahasa isyarat. Dapat disimpulkan bahwa bentuk komunikasi guru terdiri dari dua bentuk cara berkomunikasi yaitu komunikasi verbal dan nonverbal.
Downloads
Copyright (c) 2024 Andika Putra, Eva Sri Gumilang, Lukmannul Haqim Lubay, Dian Budiana, Gano Sumarno

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


