Peran Latihan Otot Tungkai dalam Peningkatan Power dan Ketepatan Pukulan pada Pemain Tenis Lapangan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran yang dimainkan oleh latihan otot tungkai dalam meningkatkan kekuatan (power) dan ketepatan pukulan pada pemain tenis lapangan. Dalam dunia tenis yang sangat kompetitif, memiliki kekuatan fisik yang optimal dan kemampuan untuk mengendalikan pukulan adalah faktor kunci untuk sukses. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan, termasuk survei, pengukuran fisik, dan analisis statistik. Kami mengamati kelompok pemain tenis lapangan yang mengikuti program latihan otot tungkai selama periode tertentu, sementara kelompok lainnya tidak melakukan latihan khusus tersebut. Para peserta diuji untuk kekuatan otot tungkai, kemudian mereka diminta untuk bermain dalam situasi yang mensimulasikan pertandingan tenis lapangan sebenarnya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pemain yang menjalani program latihan otot tungkai secara konsisten mengalami peningkatan yang signifikan dalam kekuatan otot tungkai mereka. Selain itu, mereka juga menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mengontrol dan mengarahkan pukulan mereka dengan lebih baik, menghasilkan pukulan yang lebih kuat dan lebih tepat sasaran. Temuan ini memberikan dukungan kuat terhadap pentingnya latihan otot tungkai dalam meningkatkan kinerja pemain tenis lapangan.
Downloads
Copyright (c) 2023 Panca Sanjaya Telaumbanua, Nurkadri, M Aldi Probowo, Dio Firdaus Saragih, Nelson Sanjaya Mendrofa, M Faiz Alfikri Nasution

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


