Tingkat Motivasi Siswa Kelas 7 Terhadap Pembiasaan P5 Senam Pagi di SMPN 4 Lembang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat motivasi siswa kelas VII SMPN 4 Lembang dalam mengembangkan projek P5 kurikulum merdeka. Senam pagi telah menjadi bagian penting dari pendidikan jasmani di sekolah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa. Untuk mengetahui lebih jelas motivasi siswa SMPN 4 Lembang dalam melakukan kegiatan senam pagi, dilakukan pengumpulan data terhadap 153 siswa kelas 7 dengan metode survei analisis dan sebuah quisioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan motivasi positif terhadap program senam pagi dan berhasil membangkitkan motivasi tinggi siswa kelas 7 dengan hasil (60,78 %) pada sebaran persentase siswa tersebut termasuk dalam kategori “tinggi”, siswa dengan tingkat motivasi (30,07%) tergolong “sangat tinggi” dan (9,15%) tergolong “cukup tinggi”, yang juga cukup signifikan. Faktor-faktor seperti dukungan sekolah, interaksi social siswa, dan persepsi efektivitas program semuanya mempunyai dampak yang signifikan terhadap tingkat motivasi siswa. Temuan ini memberikan wawasan tentang pentingnya dukungan sekolah dan interaksi social siswa dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam program olahraga pagi.
Downloads
Copyright (c) 2024 Sinta Tiara Yuniar, Nadila Maesara, Selly Feranie

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


