Pengaruh Variasi Latihan Total Body Resistance Exercise (TRX) terhadap Kecepatan Tendangan Sabit Pencak Silat Remaja
Abstract
Kecepatan tendangan sabit dalam bela diri Pencak silat memegang peranan yang besar dalam upaya memperoleh poin pertandingan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengungkapkan seberapa besar pengaruh variasi latihan Total Body Resistance Exercise (TRX) terhadap kecepatan tendangan sabit Pencak silat remaja. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan menggunakan satu kelompok eksperimen dan juga kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini yaitu pesilat yang ikut dalam berlatih Pencak silat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Gorontalo yang berjumlah 52 pesilat. Sampel didapatkan dengan teknik purposive sampling yang mempunyai kriteria: 1) aktif dalam sesi latihan Pencak silat di SMK N 1 Gorontalo, 2) telah menguasai teknik dasar tendangan sabit, 3) berusia remaja 17-19 tahun, 4) bersedia menjadi sampel penelitian. Penentuan kriteria sampel ini mendapat 33 pesilat yang terdiri dari 17 putri dan 16 putra dinyatakan memenuhi syarat. Instrumen penelitian ini menggunakan tes pengukuran kecepatan tendangan Pencak silat untuk tendangan sabit. Hasilnya, latihan Total Body Resistance Exercise (TRX) memiliki pengaruh terhadap terhadap kecepatan tendangan sabit, namun tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kecepatan tendangan sabit pada Pencak silat remaja.
Downloads
Copyright (c) 2024 Syarif Hidayat, Arief Ibnu Haryanto, Salpin Male, Mohamad Isran Laraga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.


