Identifikasi Status Kondisi Fisik Atlet Lari Sprint dalam Menunjang Kesiapan Kompetisi Paralimpik
Abstract
Penelitian kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada Mei 2025 di Stadion Unimed ini bertujuan untuk menganalisis profil kondisi fisik empat atlet lari sprint National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara. Melalui rangkaian tes yang meliputi lari 300 meter, sit-up, push-up, dan Multistage Fitness Test (MFT), data diolah untuk memetakan kapasitas fisik setiap individu secara spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas atlet, yakni sebanyak 50% atau dua orang, berada pada kategori "Cukup", sementara sisanya terbagi rata masing-masing 25% ke dalam kategori "Baik" dan "Kurang". Capaian fisik yang dominan pada kategori cukup ini dipengaruhi oleh rutinitas aktivitas fisik dan latihan mingguan yang dilakukan para atlet. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun aktivitas fisik harian sudah berjalan, diperlukan penguatan melalui latihan pendukung yang dilakukan secara rutin dan terstruktur setiap hari guna mengoptimalkan kondisi fisik mereka menuju level yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, potret ini menjadi bahan evaluasi penting dalam merancang program latihan yang lebih efektif bagi atlet lari disabilitas.
Downloads
References
Anwar. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Bafirman HB, & Asep SW. (2019). Pembentukan Kondisi Fisik. PT RajaGrafindo Persada.
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2019). Periodization: Theory and methodology of training (6th ed.). Human Kinetics.
Dzulfikar, A. A. (2020). Analisis Kondisi Fisik Atlet Atletik Pplpd Kabupaten Nganjuk Saat Pandemi Covid-19. Jurnal Prestasi Olahraga, 5(2), 46–52.
Fenanlampir, A., & Faruq, M. M. (2015). Tes dan pengukuran dalam olahraga. Andi Offset.
Hadi, F. S., & Mutohir, T. C. (2016). Evaluasi program pembinaan prestasi cabang olahraga atletik di National Paralympic Committee (NPC). Jurnal Pendidikan Olahraga, 5(2), 143-156.
Harsono. (2015). Kepelatihan olahraga: Teori dan metodologi. Remaja Rosdakarya.
Henjilito, R. (2017). Pengaruh Daya Ledak Otot Tungkai , Kecepatan Reaksi Dan Pada Atlet Ppl Pprovinsi Riau. 70–78.
Ichsan, Y. (2020). Urgensi Olahraga Dalam Perspektif Agama Dan Aktualisasinya Di Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Olahraga Indragiri, 7.
Ida Bagus Wiguna. (2021). Teori dan Aplikasi Latihan Kondisi Fisik - Rajawali Pers. PT. RajaGrafindo Persada.
Ilham, Z. (2017). Hubungan Antara Daya Letak Otot Tungkai Dengan Hasil Lompat Tinggi Gaya Straddle Siswa Putra Kelas X SMK YPS Prabumulih. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 16.
Irianto, D. P. (2002). Dasar kepelatihan. FIK UNY.
Nasution, N. H. (2022). Profil kondisi fisik atlet atletik NPC Sumatera Utara menghadapi Peparnas Papua. Jurnal Prestasi Olahraga, 5(1), 12-20.
Pramata, A. (2016). Analisis kemampuan VO2 max pada atlet karate ranting permata Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Olahraga, 06(02), 575–581.
Putra, M. F. P. (2019). Tingkat kondisi fisik atlet lari jarak pendek. Jurnal Ilmiah Penjas, 5(2), 34-45.
Rahmat, Z. (2015). Atletik Dasar & Lanjutan. Atletik Dasar & Lanjutan, 1–97.
Sherrill, C. (2004). Adapted physical activity, recreation, and sport: Crossdisciplinary and lifespan (6th ed.). McGraw-Hill.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syafruddin. (2012). Ilmu kepelatihan olahraga. UNP Press.
Widiastuti. (2015). Tes dan pengukuran olahraga. Raja Grafindo Persada.
Winnick, J. P., & Porretta, D. L. (2016). Adapted physical education and sport (6th ed.). Human Kinetics.
Wiriawan, O. (2017). Panduan Pelaksanaan Tes & Pengukuran Olahragawan.
Yuliawan, E., & Sukendro. (2019). Dasar-dasar Atletik.
Copyright (c) 2026 Rezza Surya Amri, Agung Nugroho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




