Pelatihan English for Scouting Berbasis Camp untuk Meningkatkan Kompetensi Komunikasi dan Keterampilan Kepramukaan Mahasiswa Penjaskesrek
Abstract
Pembelajaran pendidikan jasmani di perguruan tinggi masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan keterampilan fisik dengan kemampuan komunikasi, khususnya dalam konteks penggunaan bahasa Inggris pada kegiatan kepramukaan. Kondisi ini menyebabkan rendahnya kemampuan komunikasi fungsional mahasiswa dalam situasi praktik lapangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kepramukaan sekaligus kemampuan komunikasi bahasa Inggris mahasiswa melalui pelatihan English for Scouting berbasis kegiatan berkemah. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis pengalaman (experiential learning) dengan model camp-based training selama 3 hari 2 malam (±32 jam), yang mencakup penguatan komunikasi bahasa Inggris, keterampilan kepramukaan, serta pengembangan sikap dan karakter. Data dikumpulkan melalui angket pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan komunikasi bahasa Inggris, dengan kenaikan skor kosakata (38,9%), pemahaman instruksi (39,3%), dan kemampuan berbicara (40,4%). Selain itu, terjadi peningkatan pada aspek kepercayaan diri (80%), kerja sama tim (85%), kepemimpinan (75%), dan partisipasi aktif (88%). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran bahasa berbasis kebutuhan dengan kegiatan kepramukaan di alam terbuka efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa secara holistik. Dengan demikian, program ini berkontribusi sebagai model pembelajaran inovatif berbasis pengalaman yang relevan dengan kebutuhan pendidikan jasmani di era global.
Downloads
Copyright (c) 2026 Suastika Nurafiati, Andi Haerati Alimuddin, Suaib Nur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



