Pengembangan Wisata Pemancingan Bendungan Way Riden Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
Abstract
Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat merupakan salah satu strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk melalui wisata pemancingan. Di Kampung Bumi Nabung Baru, terdapat Bendungan Way Riden yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata pemancingan, namun belum dikelola secara terarah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian dilakukan untuk mengoptimalkan potensi tersebut melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemetaan potensi dan identifikasi masalah, aksi lingkungan melalui pembersihan kawasan bendungan, pengembangan sarana pemancingan sederhana, edukasi perikanan dan lingkungan, penyusunan aturan pemancingan, penguatan promosi digital, serta pelaksanaan event mancing mini sebagai bentuk implementasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan pada aspek penataan lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta terbentuknya aturan pengelolaan sebagai dasar tata kelola wisata pemancingan. Selain itu, mulai terlihat integrasi antara aktivitas wisata dengan kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM, meskipun dampak ekonomi yang dihasilkan masih berada pada tahap awal. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa keberlanjutan program memerlukan penguatan kelembagaan pengelola serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan wisata dan promosi. Oleh karena itu, pendampingan lanjutan diperlukan agar pengembangan wisata pemancingan dapat berjalan secara lebih terarah dan berkelanjutan dalam mendukung ekonomi lokal.
Downloads
Copyright (c) 2026 Agus Trioni Nawa, Okta Ar-Rifa, Nur Haliza Laily, Nur Atikah Rahmadea, Novellia Bunga Pratiwi, Rara Presila, Muhammad Abu Syarif, Muhammad Miftahul Iman, Revy Khovifah Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



