Konfirmasi Data Ortografi Bahasa Sabu: Kamus Bergambar
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengonfirmasi dan memvalidasi sistem ortografi Bahasa Sabu (Hawu) yang digunakan dalam Kamus Bergambar Hawu–Indonesia–Inggris sebagai media pembelajaran dan pelestarian bahasa daerah. Bahasa Sabu memiliki karakteristik fonetik khas yang tidak sepenuhnya terakomodasi dalam ejaan bahasa Indonesia, seperti bunyi implosif, glotal, vokal panjang, dan vokal madya (schwa). Oleh karena itu, diperlukan sistem ortografi yang konsisten, transparan, dan mudah dipahami oleh pengguna. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di UPTD SD Negeri 1 Seba, Kabupaten Sabu, dengan melibatkan 10 siswa kelas V, 8 guru, dan 4 penutur asli Bahasa Sabu. Metode yang digunakan meliputi pembacaan kosakata oleh siswa, observasi kesalahan baca, diskusi terarah dengan guru, serta validasi akhir bersama penutur asli. Analisis dilakukan dengan membandingkan tiga sistem ortografi yang telah digunakan sebelumnya, yaitu versi LAI (2000), Paddi (2019), dan UBB-GMIT (2020), untuk menilai keterbacaan, tingkat kesulitan, serta kekurangan dalam representasi bunyi. Hasil menunjukkan bahwa ortografi dalam kamus memiliki tingkat keterbacaan yang baik dan mudah dipahami oleh sebagian besar siswa dan guru karena transparansi fonemiknya. Namun, masih ditemukan kesulitan pada pengenalan vokal schwa dan vokal panjang, serta kebingungan akibat perbedaan simbol antarversi ortografi. Kegiatan ini memperkuat akurasi linguistik kamus, meningkatkan literasi bahasa daerah di sekolah, dan mendukung pelestarian Bahasa Sabu secara berkelanjutan.
Downloads
Copyright (c) 2026 Thersia Magdalena Tamelan, Zuvyati Aryani Tlonaen, Ifoni Ludji, Susi Ga Dara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



