Penguatan Brand Identity dan Strategi Pemasaran Digital untuk Kelompok Usaha Desa Klampok
Abstract
Kelompok usaha di Desa Klampok memiliki potensi ekonomi kreatif tinggi, namun menghadapi tantangan dalam Penguatan Brand Identity yang profesional dan Strategi Pemasaran Digital yang efektif. Urgensi kegiatan ini adalah menjembatani kesenjangan tersebut guna memperluas jangkauan pasar. Tujuan program ini adalah merancang identitas merek dan meningkatkan kapabilitas pemasaran digital UMKM di Desa Klampok. Metode yang digunakan adalah Pemberdayaan Masyarakat dengan pendekatan Pendampingan Berbasis Proyek (Lesson Study), meliputi empat tahapan: penjajakan awal (FGD), pelatihan branding dan pemasaran digital, pendampingan implementasi, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapabilitas pelaku UMKM sebesar 74.1% secara keseluruhan. Secara spesifik, produk keripik pisang "Singgasari" berhasil melalui re-branding visual, menghasilkan logo dan kemasan baru yang profesional. Selain itu, pelatihan Public Speaking dan manajemen media sosial menghasilkan aktivasi saluran Pemasaran Digital (Instagram, Gambar 5), yang secara efektif mengatasi kendala promosi konvensional. Implikasi studi ini adalah model pendampingan terintegrasi antara penguatan Brand Identity visual dan keterampilan digital terbukti sangat efektif untuk meningkatkan daya saing UMKM di tingkat desa.
Business groups in Klampok Village possess high creative economy potential but face crucial challenges in establishing a professional Brand Identity and effective Digital Marketing Strategy. The project's urgency lies in bridging this gap to expand market reach. The objective was to design a brand identity and enhance the digital marketing capabilities of the local Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The methodology employed was Community Empowerment using a Project-Based Learning approach, structured in four stages: preliminary assessment (Focus Group Discussion), intensive training on branding and digital marketing, implementation mentorship, and final evaluation. The results demonstrated a significant increase in MSME capabilities, with an overall skill improvement of 74.1%. Specifically, the "Singgasari" banana chips product successfully underwent visual re-branding, yielding a professional new logo and packaging. Additionally, training in Public Speaking and social media management led to the activation of a Digital Marketing channel (Instagram), effectively resolving conventional promotion limitations. The study's implication is that the integrated mentorship model, focusing on visual Brand Identity and digital skills, proves highly effective in boosting the competitiveness and sustainability of village-level MSMEs.
Downloads
Copyright (c) 2026 Citra Dewi, Hapsari Dian Sylvatri, Asril Kurniadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



