Comparison Of Cardiovascular Endurance Vo2max During Night And Morning Exercises In Kurash Athletes In Makassar City

VO₂max olahraga pagi olahraga malam atlet Kurash

Authors

  • Muslim Bin Ilyas
    muslim.bin.ilyas@unm.ac.id
    Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Hasyim Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan, Universitas Negeri Makasar, Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat daya tahan kardiovaskuler (VO?max) antara atlet Kurash yang berlatih pada pagi hari dan atlet yang berlatih pada malam hari di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan pendekatan kuantitatif eksperimental semu (quasi-experimental). Sampel penelitian berjumlah 20 atlet yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 atlet yang berlatih pada pagi hari (pukul 06.00–08.00 WITA) dan 10 atlet yang berlatih pada malam hari (pukul 19.00–21.00 WITA). Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Bleep Test (Multistage Fitness Test) untuk mengukur kapasitas aerobik maksimal (VO?max). Data dianalisis menggunakan SPSS versi 16.00 dengan uji deskriptif dan uji beda (Independent Sample t-test) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai VO?max atlet yang berlatih pagi hari adalah 37.87 ml/kg/menit, sedangkan atlet yang berlatih malam hari memiliki rata-rata 36.21 ml/kg/menit. Hasil uji t menunjukkan nilai p = 0,00 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan pada pagi hari lebih efektif dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskuler (VO?max) dibandingkan latihan pada malam hari. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan waktu latihan dalam program pembinaan atlet, khususnya untuk pengembangan kebugaran aerobik dan daya tahan kardiovaskuler pada cabang olahraga bela diri seperti Kurash.