Recreational Sports Participation and Its Role in Promoting a Healthy Lifestyle among Adolescents in Makassar City
Abstract
Olahraga rekreasi merupakan salah satu aktivitas fisik yang memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat, khususnya pada kalangan remaja yang sedang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa remaja, kecenderungan untuk terlibat dalam aktivitas sedentary seperti penggunaan gawai secara berlebihan, menonton televisi, atau aktivitas pasif lainnya semakin meningkat, sehingga menimbulkan risiko terhadap kesehatan fisik maupun mental. Oleh karena itu, keikutsertaan remaja dalam olahraga rekreasi dapat menjadi strategi yang efektif untuk menyeimbangkan kebutuhan hiburan sekaligus menjaga kebugaran jasmani dan kesehatan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana partisipasi remaja dalam kegiatan olahraga rekreasi berperan dalam membentuk gaya hidup sehat di Kota Makassar, yang meliputi dimensi kesehatan jasmani, pengelolaan stres, pola tidur, pola makan, serta kualitas interaksi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada remaja usia 15–18 tahun yang mengikuti berbagai bentuk olahraga rekreasi, baik beregu maupun individu. Analisis difokuskan pada keterkaitan antara tingkat partisipasi olahraga rekreasi dengan indikator gaya hidup sehat yang mencakup kebugaran, keseimbangan emosional, dan perilaku sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa olahraga rekreasi tidak hanya memberikan manfaat fisik semata, tetapi juga mampu meningkatkan kesehatan mental, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan nilai-nilai sportivitas dan disiplin.
Downloads
References
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Bauman, A., Merom, D., Bull, F. C., Buchner, D. M., & Fiatarone Singh, M. A. (2022). Updating the evidence for physical activity: Summative reviews of the epidemiological evidence, prevalence, and interventions to promote “active aging”. The Gerontologist, 62(1), 9–20.
Biddle, S. J., Ciaccioni, S., Thomas, G., & Vergeer, I. (2019). Physical activity and mental health in children and adolescents: An updated review of reviews and an analysis of causality. Psychology of Sport and Exercise, 42, 146–155.
Brand, S., Kalak, N., Gerber, M., Clough, P. J., Lemola, S., Bahmani, D. S., & Holsboer-Trachsler, E. (2020). Influence of physical exercise on sleep quality in adolescents: A randomized controlled trial. Neuropsychiatric Disease and Treatment, 16, 2491–2501.
Caspersen, C. J., Powell, K. E., & Christenson, G. M. (2021). Physical activity, exercise, and physical fitness: Definitions and distinctions for health-related research. Public Health Reports, 100(2), 126–131.
Coakley, J. (2021). Sports in society: Issues and controversies (13th ed.). McGraw-Hill Education.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
Eccles, J. S., & Barber, B. L. (2019). Student council, volunteering, basketball, or marching band: What kind of extracurricular involvement matters? Journal of Adolescent Research, 14(1), 10–43.
Firmansyah, D., & Nur, L. (2021). Hubungan aktivitas olahraga rekreasi dengan kebugaran jasmani mahasiswa. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 9(1), 15–23.
Hidayat, R., & Nugroho, A. (2019). Pengaruh aktivitas fisik terhadap gaya hidup sehat siswa sekolah menengah atas. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 15(2), 112–120.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan nasional Riskesdas 2022. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.Prochaska, J. O., & Velicer, W. F. (1997). The transtheoretical model of health behavior change. American Journal of Health Promotion, 12(1), 38–48.
Mutohir, T. C., & Maksum, A. (2007). Sport development index: Alternatif baru mengukur kemajuan pembangunan bidang olahraga. Jakarta: PT Indeks.
Nurulita, R. F., Rahman, A., & Amiruddin, A. (2024). The effect of aerobic exercise on physical fitness improvement among adolescents in Makassar. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 13(1), 33–41.
Suryadi, T., & Arif, M. (2020). Peran olahraga rekreasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jurnal Keolahragaan, 8(1), 12–22.
Sallis, J. F., Owen, N., & Fisher, E. (2020). Ecological models of health behavior. In K. Glanz, B. K. Rimer, & K. Viswanath (Eds.), Health behavior: Theory, research, and practice (pp. 43–64). Jossey-Bass.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Telama, R., Yang, X., Viikari, J., Välimäki, I., Wanne, O., & Raitakari, O. (2019). Physical activity from childhood to adulthood: A 21-year tracking study. American Journal of Preventive Medicine, 44(2), 171–178.
Wibowo, M. (2021). Aktivitas olahraga rekreasi dan hubungannya dengan kesehatan mental remaja. Jurnal Olahraga Rekreasi, 3(2), 55–64.
World Health Organization. (2020). Global recommendations on physical activity for health. Geneva: WHO Press.Widodo, A., & Lestari, D. (2023). Evaluasi efektivitas latihan shooting dalam permainan sepakbola pada kelompok usia muda. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 8(1), 31–38.
.png)






