Systematic Literature Review: Cedera yang Paling Sering Terjadi pada Atlet Bola Basket dan Strategi Pencegahannya

cedera bola basket pencegahan cedera ankle sprain cedera lutut systematic review

Authors

Downloads

Systematic literature review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis cedera yang paling sering terjadi pada atlet bola basket serta mengevaluasi efektivitas berbagai strategi pencegahannya berdasarkan evidensi empiris dari penelitian terdahulu. Metode penelitian menggunakan sequential explanatory design dengan pendekatan mixed methods, dimana analisis kuantitatif dilakukan terlebih dahulu untuk mengidentifikasi prevalensi dan jenis cedera, kemudian dilengkapi dengan analisis kualitatif untuk memahami mekanisme cedera dan strategi pencegahan yang efektif. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Google Scholar, Portal Garuda, dan repositori universitas dengan kata kunci "basketball injuries", "cedera bola basket", "injury prevention", dan "epidemiologi cedera olahraga" dalam periode publikasi 2019-2025. Kriteria inklusi meliputi studi epidemiologi, penelitian eksperimental, dan systematic review yang meneliti cedera pada atlet bola basket di berbagai tingkat kompetisi. Total 28 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa cedera pergelangan kaki merupakan cedera paling sering terjadi (21,9-31,2% dari total cedera), diikuti oleh cedera lutut (17,8-19,5%), dan cedera ekstremitas bawah secara keseluruhan mencapai 63,7-74,4% dari semua cedera. Cedera otot menjadi jenis cedera paling umum (33,5%) dengan tingkat keparahan tertinggi. Analisis kualitatif mengidentifikasi strategi pencegahan yang paling efektif meliputi neuromuscular training (pengurangan risiko 36-58%), external ankle support berupa bracing (pengurangan risiko 62%), balance training (pengurangan risiko 38%), dan program pemanasan yang komprehensif. Faktor risiko utama meliputi kontak dengan pemain lain (42%), pendaratan yang tidak tepat (28%), dan overuse (23%). Systematic literature review ini menyimpulkan bahwa cedera pergelangan kaki dan lutut mendominasi kejadian cedera pada atlet bola basket, namun dapat dicegah secara signifikan melalui implementasi program pencegahan berbasis evidensi yang mengombinasikan neuromuscular training, balance training, dan penggunaan protective equipment.