Pelaksanaan Permainan Kecil Dalam Pembelajaran Penjas Di Sekolah Dasar Negeri 105277 Hamparan Perak Deli Serdang Sumatera Utara
Abstract
Dalam hal pendidikan jasmani dan kesehatan, siswa sekolah dasar dapat mengambil manfaat dari permainan kecil sebagai salah satu materi pembelajaran. Aspek-aspek gerakan yang termasuk dalam permainan kecil memiliki potensi untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan siswa. Selain itu, siswa tidak akan mengalami kesulitan untuk memahami permainan kecil, sehingga mudah untuk memasukkannya ke dalam kurikulum sekolah dasar. Selain itu, peraturan yang tidak terlalu sulit, durasi permainan, serta fasilitas permainan yang dapat diubah-ubah merupakan faktor yang mendorong siswa untuk memainkan permainan kecil. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk memastikan sejauh mana siswa termotivasi untuk melakukan perubahan pada permainan yang lebih kecil. Penelitian ini dilakukan terhadap 38 sampel, yang terdiri dari siswa yang duduk di kelas empat dan lima di Sekolah Dasar Negeri Hamparan Perak, yang terletak di Deli Serdang, Sumatera Utara. Untuk melaksanakan penelitian ini, kuesioner diberikan kepada siswa. Kuesioner ini memiliki lima kategori jawaban yang berbeda: sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS) dengan penyesuaian yang dilakukan pada permainan. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Hamparan Perak 105277 di Deli Serdang, Sumatera Utara, ditemukan bahwa 5,00% siswa sangat setuju dengan modifikasi permainan kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, 57,00% siswa setuju dengan modifikasi permainan kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, 57,00% siswa setuju dengan modifikasi permainan kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan. 57% siswa setuju dengan modifikasi permainan kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, 37,24% siswa tidak setuju dengan modifikasi permainan kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, dan 0,20% siswa sangat tidak setuju dengan modifikasi permainan kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Downloads
References
Arikunto. (1993). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.
Ahmad Thonthowi. (1991). Psikologi Pendidikan. Bandung : Angkasa
Choiri Anwar. 2008. Penggunaan Permainan Kecil Sebagai Salah Satu Cara Menunjang Perkembangan Pisik, Mental dan Intelektual Siswa Usia Sekolah Dasar Tersedia dalam http://www.indoskripsionline./?/ meg=12 (Diakses pada tanggal 07 Oktober 2009)
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Jakarta: Depdiknas Depdikbud. (1993 ). GBPP Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.
Hadi, Sutrisno. (1987). Statistik jilid 2. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM.
Miles, M. B. dan A. M. Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatf : Buku sumber tentang metode-metode baru. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohit. UI pres: Jakarta. Tersedia dalam http://www Blogger/reds/8981256650774004520/bots/default/5187514118013731969.(Diakses 24 Februari 2008).
Mudjiran, dkk. (2003)- Perkembangan Peserta Didik. Padang: Tim MXDK HP Padang UNP.
Muhajir, dkk. (2004). Pendidikan Jasmani. Bandung: Erlangga.
Slameto. (1991). Belajar don Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Soemitro. 1992. Permainan Kecil. Dikbud: Dirjen Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Pendidik
Soeningrat. 1984. Teori Permainan. Yogyakarta: Yayasan Sekolah Tinggi OlahRaga
Sri Agusti. 2006. Permainan-Permainan dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Tersedia dalam htttp:// klinikpembelajaran. com/booklet/online.pdf Diakses, 5 Maret 2009
Surnardjati. 2005. Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Pokok Bahasan Pecahan Melalui Diskusi Kelompok. Tersedia dalam http// www. Corn. Online./?/meg (Diakses pada tanggal 5 April 2009)
Syahrul Abiddin. 2008. Meningkatkan Pembelajaran Siswa dengan Mengupayakan Faktor-Faktor Pendukungnya. Tersedia dalam http:// www. Com. Online./?/meg (Diakses pada tanggal 5 April 2009)
Taufiq Attarnimi. 2002. Penelitian dan Karya Ilmiah. Gudang Ilmu: Yogyakarta
Undang-undang RI No 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional. (2005). Kementrian Negara Pemuda Dan Olahraga RI.
Winarno. (1992). Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Dan Taktik. Bandung: Tarsito
Suparno.A. Suhaenah.2001. Membangun Kompetensi Belajar. Jakarta : Depdiknas
UNESCO.2005.” Keputusan Bersama Empat Mentri Tentang UKS” ( artikel Asia Newsselter 06/2005) ( [email protected] 09/02/2007)
.png)






