Korelasi Antara Nutritional Status Dan Physical Fitness Terhadap Dismenore Siswi Sekolah Menengah Atas
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan dismenore pada siswi yang bersekolah di SMA 2 Lubuk Pakam, Hamparan Perak No 40, Lubuk Pakam - Deli Serdang Sumatera Utara; untuk mengetahui hubungan olahraga dengan dismenore pada siswi yang bersekolah di SMA 2 Lubuk Pakam, Hamparan Perak No 40, Lubuk Pakam - Deli Serdang Sumatera Utara; dan untuk mengetahui hubungan status gizi dan olahraga terhadap dismenore pada siswi yang bersekolah di SMA 2 Lubuk Pakam, Hamparan Perak No 40, Lubuk Pakam - Deli Serdang Sumatera Utara. Penelitian korelasional dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat olahraga siswi SMA 2 Lubuk Pakam yang terletak di Hamparan Perak No 40, Lubuk Pakam - Deli Serdang Sumatera Utara. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 20 orang Siswi Penelitian dilakukan di Kecamatan Lubuk Pakam - Deli Serdang Sumatera Utara. Untuk melakukan pengambilan sampel ini, kuesioner dibagikan, indeks massa tubuh (IMT) dihitung, dan tinggi serta berat badan peserta diukur. Kesimpulan dari temuan: Ada hubungan antara kesehatan pola makan seseorang dengan risiko terkena dismenore. rhitung sama dengan 0.789, dan tabel sama dengan 5,773. Ada hubungan antara berolahraga secara teratur dengan tidak mengalami dismenore. rhitung sebesar 0.668, sedangkan nilai rtabel sebesar 0.4438. Jika fhitung 10,431 > ftabel > 3,88, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap Y. Jika Ho ditolak dan Ha diterima, maka terdapat hubungan antara Status Gizi dan Olahraga secara bersama-sama terhadap Dismenore. Atas dasar hipotesis yang telah dipaparkan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara faktor independen dengan variabel dependen.
Downloads
References
Benny, A. M., & Hendrawan, D. (2020, March). Modification of Athlete Equipment for Basic Level Physical Education Learning. In 1st Unimed International Conference on Sport Science (UnICoSS 2019) (pp. 110-113). Atlantis Press.
Djoko Pekik Irianto.2006. Panduan Gizi Lengkap. Yogyakarta ; Andi
Giriwijoyo, Santoso Y. S. (2005). Manusia dan Olahraga. Bandung: Penerbit. Institut Teknologi Bandung.International Labour Organization.
Christine, Green. (2005). Building sport programs to optimize athlete recruitment, retention, and transition: Toward a normative theory of sport development. Journal of Sport Management, Human Kinetics,Inc.19, 233-253.Jurnal
Christoph, Breuer. (2014). Sport participation and subjective well. Jurnal
Jane, E. Ruseski., Brad, R. Humphreys., Kirstin, Hallman., Pamela, Wicker., and.
kusmaedi, Nurlan (2002) Olahraga rekreasi dan olahraga tradisional. Bandung :FPOK.
Leane, Suniar. 2002. Dukungan Zat-zat Gizi untuk Menunjang Prestasi Olahraga.Kalamedia : Jakarta
Mutohir, Toho. Cholik dan Gusril. 2004. Perkembangan Motorik Pada Masa. Anak-Anak. Jakarta: Depdiknas
Pardilla, H. (2017). Pengaruh Daya Ledak Otot Tungkai, Ketebalan Lemak Dan Rasa Percaya Diri Terhadap Hasil Lompat Jangkit Pada Atlet Pelatda Pekanbaru. Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 14(2).
Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 83 Tahun 2017.Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi.
Sharkey, Bj. 2011.Kebugaran dan Kesehatan. Desmarini,Eri, N. 2003 (ahli bahasa). Ed. 2, Cet 2. PT Raja Grafindo Persada.Jakarta.
.png)






