Korelasi Antara Status Gizi Terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani

  • Jen Rahmad Gea Sekolah Tinggi Olahraga & Kesehatan Bina Guna
  • Dedi Nofrizal Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
  • Juan Andriansyah Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
  • Jhon Ferinando Tarigan Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
  • Iwan Julius Gulo Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Keywords: Status Gizi, Kebugaran Jasmani

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum diketahuinya data atau informasi mengenai keadaan gizi dan tingkat kesegaran jasmani siswa kelas VII di SMP  Budi Mulia Medan, Negeri tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini akan berlangsung selama tahun ajaran 2023/2024. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani dan kesehatan gizi siswa kelas VII yang bersekolah di SMP  Budi Mulia Medan, Negeri pada tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini dikenal sebagai penelitian deskriptif, dan tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi yang ada dan bukan untuk menguji hipotesis. Bentuk penelitian ini dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang dunia di sekitar mereka. Dua puluh siswa digunakan sebagai ukuran sampel untuk populasi, dan mereka dipilih secara acak melalui penggunaan purposive sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara status gizi siswa perempuan yang bersekolah di SMP  Budi Mulia Medan, yang terletak di Kota Medan, dengan tingkat kebugaran jasmani mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara status gizi siswi SMP N Budi Mulia Medan. Penelitian ini merupakan salah satu contoh bentuk penelitian yang disebut sebagai penelitian korelasional. Lebih tepatnya, penelitian ini merupakan penelitian tentang hubungan antara status gizi dengan tingkat kesegaran jasmani siswi SMP N Budi Mulia Medan, Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli Kota Medan Sumatera Utara. Informasi berikut dapat diperoleh dari hasil penelitian ini: Terdapat hubungan antara tingkat kebugaran jasmani seseorang dengan status gizi tubuhnya. rhitung = 0.687 > rtabel = 0.4438. Telah ditemukan bahwa thitung = 4.011 > ttabel 1.6905 = 0.05. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan, yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang berarti (kuat) antara status gizi dengan kebugaran jasmani, dapat diterima dengan tingkat kebenaran 95%. Berdasarkan hipotesis yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel bebas memang memiliki hubungan yang berarti dengan variabel yang sedang diteliti.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsil. (2009). Tes Pengukuran Dan Evaluasi Pendidikan Jasmani. Padang: FIK UNP
Copper (2004). Pedoman praktis berolahraga untuk kebugaran dan kesehatan. Yogyakarta: Andi 0ffset
Depdiknas. (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani SD. Jakarta: Depdiknas.
Depkes RI. (2002). Keputusan Menkes RI NO. 1939/MENKES/SK/XI/2002 Tentang penggunaan Gas Medis sarana Pelayanan Kesehatan.Jakarta: Departemen Kesehatan.
Gusril. 2005. Model Pengembangan Motorik Siswa Sekolah Menengah Pertama. Padang: FIK-UNP.
Haryono. (2002). Panduan Latihan Kebugaran jasmani yang efektif dan efisien. Yogyakarta:Lukman Offset.
Khumadi.(2008). Gizi Pada Anak ,Dasar- dasar ilmu gizi. Jakarta
Kosasih. (2004). Hubungan Antara Status Gizi Dan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Yogyakarta : FIK UNY.
Moehji S. (2003). Ilmu Gizi 2. Jakarta
Murnawati. (2000). Berbagai cara Pendidikan Gizi. Jakarta Bumi Aksara.
Muthohar. (2004). Menuju Sehat Dan Bugar. Jakarta: Depdiknas.
Nasuation. (2022). Prinsip Dasar ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Nova, A., Syahputra, M., Fitria, F., Surimeirian, M. A., Roberto, J., Nofrizal, D., ... & Zati, M. R. (2025). Physical Fitness Gymnastics Training for Improving the Quality of Physical Education Student. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 92-100.
Nurhasanah. (2004). Aplikasi antropometri sebagai alat ukur status Gizi. Bogor:Puslitbang Gizi.
Pardilla, H. (2021). Physical Fitness and Learning Achievement Academic in Children Aged 10-12 years. INSPIREE: Indonesian Sport Innovation Review, 2(2), 165-of.
Robert. (2001). Landasan evaluasi pendidikan jasmani. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Sjahmien Moehji. (2003). Ilmu Gizi 2 Penanggulangan Gizi Buruk. Jakarta. Papas Sinar Sinanti
Sudarno. (2001). Panduan Lengkap Sehat Dan Bugar Total.
Sugiyono (2012). Petunjuk Praktis Kesehatan Olahraga. Jakarta: Pustaka Karya Grafika Utama.
Supariasa, dkk.(2002). “Penilaian Status Gizi”. Jakarta
Syafrizar. (2009). Gizi Olahraga. Padang. FIK: UNP.
Wedya. (2000). Ilmu Gizi Dan Aplikasi nya. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Wilda yatim. (2005). Landasan Evaluasi Pendidikan Jasmani. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Yusuf. (2005). Pedoman Praktis Berolahraga Untuk Kebugaran Dan Kesehatan. Yogyakarta : Andi Offset
Published
2024-12-31
How to Cite
Jen Rahmad Gea, Dedi Nofrizal, Juan Andriansyah, Jhon Ferinando Tarigan, & Iwan Julius Gulo. (2024). Korelasi Antara Status Gizi Terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani. Journal Physical Health Recreation (JPHR), 5(3), 135-144. https://doi.org/10.55081/jphr.v5i3.4644