Analisis Faktor Kondisi Fisik Atlet Pencak Silat
Abstract
Kondisi fisik atlet pencak silat yang kurang mumpuni mengakibatkan hasil pertandingan yang tidak maksimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui VO2Max atlet Pencak Silat Perisai Diri UPI. Alasan peneliti mengambil judul ini karena ketika para atlet yang bertanding memasuki babak-babak akhir seringkali mengalami kelelahan dan menurun performanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah anggota UKM Pencak Silat Perisai Diri UPI. Sampel penelitian ditentukan dengan metode teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan melakukan pertimbangan terlebih dahulu berdasarkan kriteria tertentu. Untuk mengukur kadar daya tahan kardiorespirasi, peneliti menggunakan metode mengukur kadar VO2max yang bisa mengetahui konsumsi maksimal oksigen pada tubuh seseorang. Pengukuran kadar VO2max yang paling efektif menggunakan bleep test. Instrumen Peneletian yang digunakan yaitu lintasan dengan panjang 20 meter dan lebar 1,5 meter dan diukur menggunakan Bleep Test (Multi Stage Fitness Test). Hasil dari penelitian test VO2Max berdasarkan atas sampel-sampel yang telah diujikan menunjukan bahwa kondisi fisik atlet Pencak Silat Perisai Diri UPI kurang dan perlu peningkatan.
Downloads
References
Fauzan, F. A., Agus, R., & Ruhyati, Y. (2016). Pengembangan Software Bleep Tes Tim untuk Mengukur Vo2max. Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan, 1(1), 1–5.
Harahap, A. A., & Sinulingga, A. (2021). MODEL PEMBELAJARAN PENCAK SILAT BERBASIS ANDROID. Jurnal Olahraga Dan Kesehatan Indonesia, 1(2 SE-Articles). https://doi.org/10.55081/joki.v1i2.303
Khasanah, N. I., Hariadi, I., & Taufik, T. (2022). Profil Kondisi Fisik Atlet Pencak Silat Usia 16-19 Tahun. Prosiding Seminar Nasional" Sport Health Seminar With Real Action" Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang.
Kumaidah, E. (2012). Penguatan eksistensi bangsa melalui seni bela diri tradisional pencak silat. Humanika, 16(9).
Septian, L. Z., & Jatmiko, T. (2018). Pengaruh Interval Training Terhadap Vo2max Atlet UKM Gulat Universitas Negeri Surabaya. Jurnal Prestasi Olahraga, 3(1).
Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
Susanto, D. M., & Lesmana, H. S. (2020). Kondisi fisik atlet pencak silat. Jurnal Patriot, 2(3), 692–704.
Wahyudi, A. R. (2021). Vo2Max ATLET PENCAK SILAT USIA 14-17 TAHUN DI GOLDEN SILAT CLUB. Jurnal Prestasi Olahraga, 4(11), 110–117.
Wardoyo, H., & Ali, N. (2022). Profil Kondisi Fisik Atlet Pelatda Pencak Silat DKI Di Masa Pendemi Covid 19. Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education, 6(2), 75–80.
Wicaksana, F. D., & Wahyudi, A. R. (2021). Analisis Kondisi Fisik Atlet Perguruan Pencak Silat Jokotole Ranting Kraton Pada Saat Pandemi Covid-19. Jurnal Prestasi Olahraga, 4(4), 36–45.
Yakin, R. B., & Hasibuan, M. N. (2021). PENGARUH LATIHAN SPEED DAN AGILITY TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN TENDANGAN SAMPING PADA ATLET PENCAK SILAT PUTRA PERGURUAN PERSILATAN SALAM TAHUN 2020. Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan, 9(1 SE-Articles). https://doi.org/10.55081/jsbg.v9i1.250
Yuliana, A., & Wahyudi, H. (2022). Analisis Kondisi Fisik Atlet Putri Pencak Silat Kategori Tanding Ekstrakurikuler Usia 15-16 Tahun SMA Negeri 12 Surabaya. JOSSAE (Journal of Sport Science and Education), 7(1), 34–41.
