Pengaruh Latihan Lower Body terhadap Tinggi Lompatan Atlet Bola Basket SMA

Latihan Lower Body Tinggi Lompatan Atlet Bola Basket SMA

Authors

Performa atlet bola basket, khususnya pada tingkat SMA, sangat dipengaruhi oleh daya ledak otot tubuh bagian bawah yang menjadi faktor utama dalam tinggi lompatan dan gerakan eksplosif di lapangan. Latihan konvensional yang hanya menekankan teknik atau lompatan tanpa beban seringkali menyebabkan stagnasi karena kekuatan dasar otot yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program latihan lower body terintegrasi, yang menggabungkan back squat, deadlift, calf raise, dan box jump, terhadap peningkatan tinggi lompatan atlet basket SMA. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen (pre-experimental) dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design pada 14 peserta laki-laki usia 15–18 tahun di Training Zone Indonesia. Tinggi lompatan diukur menggunakan Vertec Vertical Jump Tester sebelum dan setelah latihan selama enam minggu, tiga sesi per minggu, dengan prinsip progressive overload. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata tinggi lompatan dari 64,93 cm (pre-test) menjadi 67,21 cm (post-test), dengan peningkatan rata-rata 2,29 cm (p < 0,001). Sebanyak 12 dari 14 atlet mengalami peningkatan, menunjukkan efektivitas program latihan. Kesimpulannya, latihan lower body terintegrasi efektif meningkatkan tinggi lompatan melalui peningkatan kekuatan dan daya ledak otot tungkai. Secara praktis, pelatih dapat memasukkan program ini dalam periodisasi latihan fisik untuk meningkatkan performa atlet, sementara penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar, kelompok kontrol, dan variabel performa tambahan.