Peluang Generasi Muda Dalam Memajukan Ekonomi Daerah Melalui Olahraga Rekreasi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran olahraga rekreasi terhadap kemajuan ekonomi daerah melalui. Dalam kemajuan ekonomi daerah, kegiatan olahraga rekreasi dapat dilakukan dengan berorientasi pada tujuan, kekayaan daerah, terhadap kepentingan dan perhatian masyarakat setempat dan investor. Tujuan lain bagaimana olahraga rekreasi berkembang dan berjalan secara berkesinambungan di daerah tersebut, yang bertujuan untuk memajukan perekonomian melalui olahraga rekreasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan instrumen wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa olahraga rekreasi di kota Bandung memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian daerah dari segi pemasukan pendapatan daerah dan peningkatan olahraga rekreasi yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dengan data yang diberikan, jumlah wisatawan domestik dan mancanegara membuktikan adanya peningkatan wisatawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa olahraga rekreasi memberikan kesempatan yang sangat baik bagi generasi muda untuk membangun industri olahraga dan industri lainnya.
Downloads
References
BPS Bandung. (2023). Perkiraan Jumlah Kunjungan Wisatawan Ke Kota Bandung Berdasarkan Pintu Masuk Kota Bandung (Jiwa), 2019-2021. Badan Pusat Statistik Bandung. https://bandungkota.bps.go.id/indicator/16/622/1/perkiraan-jumlah-kunjungan-wisatawan-ke-kota-bandung-berdasarkan-pintu-masuk-kota-bandung.html%09%09%09%0A
Butler, G. D. (2013). Introduction to Community. In mcGraw_Hill Book Company (Ed.), After Identity: A Reader in Law and Culture (Fifth edit, pp. 125–128).
Drakakis, P., & Papadaskalopoulos, A. (2014). Economic contribution of active sport tourism: The case of four sport activities in Messinia, Greece. Journal of Sport and Tourism, 19(3–4), 199–231. https://doi.org/10.1080/14775085.2015.1070740
George, M. R. W., Cummings, E. M., & Davies, P. T. (2010). Positive aspects of fathering and mothering, and children’s attachment in kindergarten. Early Child Development and Care, 180(1/2),.
Kemenpora. (2005). Undang-Undang No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Jakarta: Kementrian Negara Pemuda Dan Olahraga.
Langenbach, M., & Tuppen, J. (2017). The concept of localised outdoor sports tourist systems: its application to Ardèche in south-east France. Journal of Sport and Tourism, 21(4), 263–286. https://doi.org/10.1080/14775085.2017.1351388
Lutan, R. (2001). Asas- Asas Pendidikan Jasmani. Depdiknas.
Setyawan, D. A. (2017). Upaya Meningkatkan Industri Olahraga. Seminar Nasional KeIndonesiaan II, 1(1), 191–198.
Swart, K., & Bob, U. (2007). The eluding link: Toward developing a national sport tourism strategy in South Africa beyond 2010. Politikon, 34(3), 373–391. https://doi.org/10.1080/02589340801962973
Copyright (c) 2023; Megia Erida, Intan Primayanti, Nur Mahfuzah Agustin, Hilda Ilmawati, Balqis Ratu Nurul Laila Esser.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
