PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS CIRCUIT TRAINING TERHADAP KETERAMPILAN SHORT SERVE BULU TANGKIS

  • Mahdi Ahmad Siagian SMP Sabila Medan
  • Dewi Maya Sari SD Sabila Medan

Abstract

Penelitian ini termasuk pra-eksperimen, dengan sampel tidak terpisah, karena tidak dapat mengontrol semua variabel yang mempengaruhi hasil eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah “The One Group Pretest Posttest Design” atau tidak adanya grup kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Ekstrakurikuler bulu tangkis Sabila Medan tahun 2020 yang berjumlah 10 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pretest dan posttest dalam penelitian ini adalah dengan multistage fitness test. Sedangkan untuk mengetahui keterampilan short serve bulu tangkis, dengan melakukan tes short serve bulu tangkis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran berbasis circuit training terhadap keterampilan short serve bulu tangkis pada siswa ekstrakurikuler Sabila Medan, dimana berdasarkan perhitungan diperoleh nilai thitung > ttabel dan taraf signifikansi lebih kecil dari 0,05 (Sig < 0.05). Karena thitung 2.810 > ttabel 2.228, dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka hasil ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Artinya model pembelajaran berbasis circuit training memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan short serve pada siswa ekskurikuler bulu tangkis. Dari data pretest memiliki rata-rata 55, selanjutnya pada saat posttest diperoleh rata-rata 60. Besarnya peningkatan keterampilan short serve bulu tangkis tersebut dapat dilihat dari perbedaan nilai rata-rata yaitu sebesar 5.7.

Kata Kunci: Circuit Training, Short Serve, Bulu Tangkis.

Published
2021-01-11
How to Cite
Siagian, M. A., & Sari, D. M. (2021). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS CIRCUIT TRAINING TERHADAP KETERAMPILAN SHORT SERVE BULU TANGKIS. Jurnal Olahraga & Kesehatan Indonesia, 1(1), 60-65. Retrieved from http://jurnal.stokbinaguna.ac.id/index.php/JOK/article/view/224